Kemendikdasmen Tinjau Kelas Olimpiade Nasional di Sekolah Muhammadiyah Lamongan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke SD Muhammadiyah Lamongan untuk meninjau implementasi integrasi teknologi pembelajaran sekaligus penguatan karakter murid. Dalam kunjungan tersebut, ia berkeliling ke sejumlah kelas dan melihat langsung bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika bagi murid kelas 4 dan 5. Para peserta di kelas ini baru saja mengikuti kompetisi tingkat kabupaten. Di ruang belajar tersebut, perangkat Interactive Flat Panel (IFP) tampak digunakan secara aktif sebagai media pembelajaran dan alat peraga interaktif.

Baca juga  UNESA Terapkan Siklus PPEPP Perkuat Tata Kelola MTs Modern

Menurut guru pendamping, kehadiran perangkat digital tersebut memberikan dampak nyata terhadap efektivitas pembelajaran. “Kami biasanya mengutamakan penggunaan IFP untuk materi yang membutuhkan praktik seperti IPA dan Matematika karena sudah tersedia berbagai alat peraga di dalamnya. Anak-anak juga lebih mudah memahami materi,” jelasnya, Jumat (19/6).

Di hadapan para murid, Fajar tidak hanya mengamati proses belajar, tetapi juga memberikan motivasi. Ia mengajak mereka untuk tidak takut mencoba dan tidak khawatir melakukan kesalahan saat belajar. “Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” pesannya hangat. Nasihat tersebut disambut antusias oleh para murid. Kia, salah satu murid kelas 5 mengaku belajarnya menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan bantuan teknologi yang tersedia di sekolah.

Baca juga  Mendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp 40,75 T, Prioritaskan Revitalisasi Sekolah

Kunjungan kemudian berlanjut ke kelas ekstrakurikuler IPA. Di sana, Airin tampil di depan kelas menjelaskan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Presentasinya yang lancar menunjukkan bagaimana murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga terlatih menyampaikan gagasan di depan publik.

Di sela interaksi dengan para murid, Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gawai dan media sosial. “Rajin beribadah, gemar belajar, dan aktif bermasyarakat jangan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Penguatan karakter tersebut sejalan dengan capaian akademik SD Muhammadiyah Lamongan yang membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah ini mencapai 90,6. Nilai tertinggi Matematika tercatat sebesar 93,33, sedangkan Bahasa Indonesia mencapai 96,33. Bagi pihak sekolah, capaian tersebut merupakan hasil dari perpaduan antara pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pembiasaan karakter yang dilakukan secara konsisten.

Baca juga  Usung Tema “Revolusi Hijau Nusantara”, YPM Carnival 1448 H Kompleks Panjunan Sukodono Berlangsung Meriah dan Inspiratif

Kunjungan kerja Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan menjadi gambaran bagaimana transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana digital, tetapi juga membangun keberanian, kreativitas, dan karakter peserta didik. Melalui langkah percepatan digitalisasi kelas, peningkatan kualitas sarana pendidikan, serta penguatan nilai-nilai karakter, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemasyarakatan. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *