Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan bertujuan menciptakan ruang belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Hal ini sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui pelaksanaan pembangunan secara swakelola.
“Anggap saja ada 15 pekerja di setiap satuan pendidikan dikalikan 71.744, ada sekitar 1,1 juta pekerja yang merasakan manfaatnya. Kalau revitalisasi ini berjalan, insya Allah ekonomi di daerah ini bergerak,” katanya di SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Menurut dia, alokasi revitalisasi untuk Kabupaten Purbalingga pada 2026 yang saat ini mencakup 12 sekolah masih berpeluang bertambah karena pemerintah akan menambah kuota revitalisasi secara nasional.
Mendikdasmen mengatakan kuota sementara revitalisasi tahun 2026 mencapai 11.744 sekolah, namun Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan akan menambah alokasi sekitar 60 ribu sekolah sehingga total revitalisasi diperkirakan mencapai 71.744 sekolah.
“Tahun 2026 memang baru alokasi 12 sekolah. Saya katakan ‘baru’ karena itu dari kuota sementara sebanyak 11.744 sekolah namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi 60 ribu sekolah lagi,” katanya usai meresmikan hasil revitalisasi 32 satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus menyerahkan mock up program revitalisasi tahun 2026 kepada 12 sekolah yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Kutasari.
Peresmian revitalisasi ditandai dengan penandatanganan prasasti 32 satuan pendidikan yang telah direvitalisasi pada 2025 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI.
Lebih lanjut, Mendikdasmen mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas pelaksanaan program revitalisasi agar tidak disalahgunakan.
“Tolong dipastikan jangan ada yang dikorupsi. Kalau ada pihak yang menjanjikan sekolah mendapat program ini dan minta fee, tolong dilaporkan. Inspektorat Jenderal akan turun di mana pun berada karena ini komitmen kami memastikan revitalisasi berjalan sesuai arahan Presiden dan anak-anak bisa sekolah yang aman dan nyaman,” katanya menegaskan.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinilai berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, mulai dari digitalisasi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel (IFP), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga revitalisasi satuan pendidikan.
“Kami merasakan betul bagaimana komitmen dan kebijakan berbagai program kementerian selama ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah, tentunya termasuk di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Purbalingga memperoleh bantuan revitalisasi bagi 44 satuan pendidikan pada periode 2025-2026, yang terdiri atas 32 sekolah pada 2025 dan 12 sekolah pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp39,58 miliar.
Selain itu, pada pelaksanaan PIP 2026 fase pertama, Purbalingga menerima alokasi anggaran sebesar Rp32,25 miliar untuk 45.651 siswa dari jenjang Paket A hingga SMA/SMK. (Ym)












