FK KBIHU Dukung Wacana Kemenhaj Mempercepat Antrean Haji

Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) memandang program manasik kesehatan dan mempercepat antrean haji yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bisa menjadi bagian penting dalam pembinaan calon haji.

Ketua Umum FK KBIHU Manarul Hidayat mendukung langkah tersebut. Pertama, karena mengingat kesehatan merupakan salah satu aspek mendasar dalam pemenuhan syarat kemampuan (istitha’ah) untuk menunaikan ibadah haji.

“Yang dimaksud istitha’ah itu bukan hanya soal uang, tetapi juga bagaimana kondisi kesehatan. Jadi kesehatan sangat prinsip dalam masalah ibadah haji,” Manarul Hidayat di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, penguatan pembinaan kesehatan sejak sebelum keberangkatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga  ASPHIRASI ungkap Penyebab Ratusan Jemaah Umrah Gagal Berangkat dari Bandara YIA Yogyakarta

Ia berharap pada musim haji mendatang semakin banyak jamaah yang berangkat dalam kondisi fisik yang lebih prima, sehingga dapat menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri.

“Kalau kesehatannya baik, pembimbing menjadi lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, bukan pendorong,” kata Manarul Hidayat.

Kedua, FK KBIHU menilai upaya pemerintah mempercepat masa tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah turut menjadi langkah positif untuk mengurangi proporsi jamaah yang berangkat pada usia lanjut (lansia).

Menurut dia, semakin cepat calon haji memperoleh kesempatan berangkat, semakin besar peluang mereka menunaikan ibadah dalam kondisi kesehatan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, sekarang pemerintah terus berupaya mempercepat masa tunggu di berbagai daerah. Harapannya, jamaah bisa berangkat pada usia yang lebih produktif sehingga kesehatannya lebih baik dan pelaksanaan ibadah hajinya juga lebih optimal,” kata dia.

Baca juga  95 Persen Jemaah Debarkasi Surabaya Sudah Pulang, 17 Orang Dirawat di Arab

Dirinya menambahkan sinergi antara pembinaan manasik ibadah dan manasik kesehatan perlu terus diperkuat agar calon haji tidak hanya memahami tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga mampu menjaga kondisi fisik sebelum dan selama berada di Tanah Suci.

Sebelumnya Kemenha bakal menerapkan program manasik kesehatan bagi jamaah calon haji mulai penyelenggaraan ibadah haji 2027 sebagai langkah meningkatkan kesiapan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Mulai tahun depan, tahun 2027, kami memperkenalkan istilah manasik kesehatan. Jamaah yang akan berangkat pada 2027 akan kami dampingi dan kami asistensi proses manasik kesehatannya supaya dipastikan mereka sehat,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. (Ym)

Baca juga  Mulai 1 Juli 2026, Jamaah Umrah dan Haji Khusus Bandara Soetta Wajib Lewat Terminal 2F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *