Pemkot Surabaya Tata Jalan Nia Tanpa Hilangkan Mata Pencaharian

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel, dari Jalan Nias ke Jalan Menur Nomor 111, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo. Relokasi tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan, yang bertujuan mengembalikan fungsi Jalan Nias sekaligus menyediakan tempat usaha, yang lebih layak bagi para pelaku usaha.

Penataan kawasan tersebut bermula saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meninjau langsung kondisi Jalan Nias pada akhir Juni 2026, setelah menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kemacetan, aktivitas bengkel yang menggunakan bahu jalan, serta kondisi lingkungan yang kurang tertata. Dalam peninjauan itu, Wali Kota Eri memastikan penataan tidak dilakukan, dengan menggusur mata pencaharian warga, melainkan disertai penyediaan lokasi relokasi, agar para pelaku usaha tetap dapat beroperasi.

Penataan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan, pengguna jalan dan pelaku usaha, mengingat aktivitas pengecatan, serta pengelasan sebelumnya dilakukan di bahu jalan, yang memicu kemacetan dan membahayakan lalu lintas. Selanjutnya, Pemkot Surabaya menata kawasan Jalan Nias, dengan memasang lampu penerangan, memangkas ranting pohon, serta membersihkan saluran drainase, guna menciptakan kawasan yang lebih tertata, bersih, dan aman.

Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau yang akrab disapa Cak Lewan, mengaku sempat terkejut ketika Wali Kota Eri datang meninjau kawasan tempat, mereka bekerja. Namun, setelah berdialog dengan para pelaku usaha dan mengajak mereka melihat lokasi relokasi di Jalan Menur, ia menilai tempat yang disiapkan pemkot, lebih layak dan sesuai untuk aktivitas perbengkelan.

“Saya dan teman-teman diajak melihat langsung lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai, untuk mendukung aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman, untuk bekerja. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” kata Cak Lewan, Senin (6/7).

Baca juga  Wali Kota Surabaya Kuatkan Sinergi Bersama Polrestabes Surabaya

Menurut Cak Lewan, lokasi baru memberikan rasa aman, yang selama ini sulit diperoleh ketika bekerja di Jalan Nias. Sebelumnya, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil dilakukan di bahu jalan, sehingga berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan.

“Dulu kami bekerja di pinggir jalan, sehingga selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami memiliki tempat yang lebih aman dan nyaman, untuk bekerja tanpa mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Pria yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 itu mengatakan, sentra bengkel tersebut sudah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Madura, Kediri, hingga Malang.

Saat ini, sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru. Mereka tetap melayani pekerjaan pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil seperti sebelumnya. Dalam sehari, seluruh bengkel mampu menangani sekitar enam hingga tujuh kendaraan, sesuai pesanan yang masuk.

“Kami juga tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Sesuai janji Bapak Wali Kota, kami tinggal menempati lokasi, yang sudah disiapkan. Bahkan, jika masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi, Pemkot akan membantu menyediakannya, seperti penambahan atap agar tempat kerja lebih nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pelaku usaha yang direlokasi, juga difasilitasi proses pemindahan tanpa dipungut biaya. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat para pelaku usaha, dapat kembali bekerja dengan tenang di lokasi baru. “Semoga tempat ini membuat kami bekerja lebih nyaman dan usaha teman-teman semakin berkembang,” tuturnya.

Baca juga  440 Titik Genangan Tuntas, Pemkot Target Tangani 120 Lokasi Lain

Relokasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Manyar Sabrangan, Basuki Nugroho, mengatakan relokasi tersebut menjadi solusi, yang tidak hanya menata kawasan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha, untuk melanjutkan usahanya di lokasi yang lebih layak.

Menurutnya, aktivitas bengkel di Jalan Nias sebelumnya, dilakukan di tepi jalan sehingga berisiko bagi pekerja, maupun pengguna jalan. Kini, seluruh kegiatan perbengkelan telah dipusatkan, di area khusus sehingga lebih aman dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.

“Di lokasi sebelumnya aktivitas bengkel dilakukan di tepi jalan, sehingga cukup berisiko. Sekarang seluruh aktivitas sudah berada di dalam area khusus, sehingga lebih aman dan lalu lintas juga menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Basuki menilai, relokasi tersebut juga mencerminkan implementasi Kampung Pancasila, yang mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi antarmasyarakat, tanpa memandang batas wilayah administratif. Menurutnya, warga Manyar Sabrangan menerima kehadiran para pelaku usaha, sebagai bagian dari upaya bersama membangun lingkungan dan menggerakkan perekonomian.

“Kami mendukung penuh kebijakan ini. Semangat Kampung Pancasila mengajarkan bahwa kita semua adalah warga Surabaya, yang harus saling mendukung, saling menerima, dan bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap para pelaku usaha dapat menjaga kebersihan, ketertiban, serta menjalin komunikasi yang baik, dengan warga sekitar.

“Kami juga berharap keberadaan bengkel di lokasi baru, dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Jika ada warga yang memiliki keahlian di bidang pengecatan mobil, pengelasan, atau pekerjaan perbengkelan lainnya, kami berharap mereka dapat dilibatkan, sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Baca juga  Uji Coba Radial Road Lontar, Satu Arah dari Timur ke Barat

Dukungan serupa disampaikan Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Manyar Sabrangan, Sunardi. Ia menyebut relokasi pelaku usaha bengkel menjadi bentuk nyata implementasi Kampung Pancasila, yang menumbuhkan kolaborasi, gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung sepenuhnya keberadaan teman-teman pelaku usaha di lingkungan ini. Semangat Kampung Pancasila adalah saling menerima dan bekerja sama, tanpa membedakan asal wilayah. Harapannya, relokasi ini tidak hanya membantu pelaku usaha, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat dan mempererat persaudaraan, karena kita semua adalah warga Surabaya,” ujar Sunardi.

Ia juga mengimbau para pelaku usaha agar bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan, sehingga keberadaan kawasan bengkel di lokasi baru dapat memberikan manfaat, bagi masyarakat sekitar.

“Semoga kolaborasi antarkelurahan ini semakin kuat, saling mendukung, dan semakin mempererat rasa persaudaraan, karena pada dasarnya kita semua adalah warga Surabaya yang memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kota ini menjadi lebih baik,” harapnya.

Hal senada disampaikan warga setempat, Nanang. Menurutnya, relokasi pelaku usaha bengkel ke Jalan Menur, merupakan langkah yang tepat karena para pelaku usaha tetap dapat melanjutkan usahanya, di lokasi yang lebih layak tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

“Yang terpenting adalah kita bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan serta saling menghormati, sebagai sesama warga. Kalau semua itu dijaga bersama, tentu kami bisa hidup berdampingan dengan baik,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *