Pemkot Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris, bagi anak-anak melalui pendekatan yang dekat, dengan lingkungan tempat tinggal. Salah satunya diwujudkan lewat peluncuran Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) Pakal, yang diresmikan Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, di Kecamatan Pakal, Sabtu (18/7).

Peresmian RICH berlangsung semarak. Acara dibuka dengan penampilan operet oleh anak-anak inklusi, dilanjutkan drama berbahasa Inggris, yang dimainkan bersama mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan peserta kelas RICH. Penampilan tersebut menjadi bukti, bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dikemas secara menyenangkan, sekaligus membangun keberanian anak untuk tampil di depan umum.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Pakal dengan Unesa. Mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris diterjunkan, sebagai tenaga pengajar sehingga anak-anak dapat belajar, secara interaktif tanpa dipungut biaya.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengapresiasi inisiatif Kecamatan Pakal yang menghadirkan kelas bahasa Inggris gratis, bagi anak-anak. Menurutnya, tingginya minat masyarakat menunjukkan, bahwa kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris semakin besar, sebagai bekal menghadapi persaingan global.

“Program ini luar biasa. Saat masih tahap uji coba saja sudah ada sekitar 600 anak, yang berminat mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya, kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal masa depan anak-anak,” kata Bunda Rini.

Baca juga  Wali Kota Tekankan Transparansi Pengelolaan Sumbangan HUT ke-81 RI di RT/RW

Bunda Rini menilai, selama ini kursus bahasa Inggris masih identik, dengan biaya yang relatif mahal sehingga tidak semua keluarga, memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya. Karena itu, kehadiran RICH menjadi solusi agar anak-anak tetap memperoleh pembelajaran berkualitas, tanpa terbebani biaya.

Ia mengaku terkesan melihat keberanian anak-anak, yang tampil membawakan drama berbahasa Inggris, dalam acara peresmian.

“Yang paling saya lihat hari ini adalah kepercayaan diri anak-anak. Mereka berani tampil dan berbicara dalam bahasa Inggris. Keberanian seperti ini harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Menurut Bunda Rini, keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris, tidak cukup hanya mengandalkan sekolah atau pemerintah. Peran keluarga menjadi faktor penting, agar anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap orang tua ikut membiasakan anak-anak, mengenal kosakata sederhana di rumah, misalnya nama-nama benda di sekitar. Tidak perlu langsung belajar grammar yang rumit. Kalau dibiasakan sejak kecil, kemampuan bahasa Inggris akan tumbuh, karena mereka terbiasa menggunakannya,” tuturnya.

Ia menyebut, ke depan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, juga tengah menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris, untuk jenjang PAUD dengan konsep yang lebih menyenangkan, agar anak-anak belajar melalui aktivitas yang sesuai dengan usia mereka.

Baca juga  Pemkot Modernisasi 16 Pasar Tradisional di Surabaya, Lebih Nyaman dan Higienis

Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan memperluas kolaborasi, dengan perguruan tinggi agar semakin banyak mahasiswa, yang terlibat mengajar di lingkungan masyarakat. Pembelajaran nantinya tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga memanfaatkan Balai RW, sebagai ruang belajar bersama.

“Yang terpenting bukan hanya memulai program, tetapi memastikan program ini terus berjalan dan memberi manfaat bagi anak-anak. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua,” tegasnya.

Upaya memperluas akses belajar bahasa Inggris sebenarnya, juga telah dijalankan melalui Program Rumah Bahasa Inggris, atau Wani Ngomong Bahasa Inggris yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Program tersebut mulai diterapkan di sejumlah Balai RW, hingga rumah susun (rusun) sebagai proyek percontohan, sebelum dikembangkan ke lebih banyak wilayah.

“Konsepnya sederhana, yakni menghadirkan ruang belajar, yang mudah dijangkau anak-anak sehingga pembelajaran berlangsung lebih dekat, dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan dukungan sekolah, keluarga, serta masyarakat, anak-anak diharapkan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Pakal, Aprilia Ayu Nilawati, menjelaskan bahwa RICH bukan sekadar nama program. Kata rich yang berarti “kaya” menjadi doa agar anak-anak, di Kecamatan Pakal tumbuh kaya ilmu, pengalaman, dan prestasi.

Program tersebut mulai digagas sejak kick off pada April 2026 dan dilanjutkan, dengan trial class selama satu bulan pada Mei di empat kelurahan. Setiap kelurahan membuka kuota 150 peserta, sehingga total sekitar 600 anak mengikuti kelas perdana.

Baca juga  Disdukcapil Genjot IKD, Ratusan Ribu Warga Beralih ke Identitas Digital

“Antusiasmenya di luar perkiraan. Saat uji coba, pendaftarnya membludak, sehingga kami harus membatasi peserta karena masih dalam tahap evaluasi. Insyaa Allah mulai Agustus nanti kelas reguler akan berjalan,” ujar Ayu sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, salah satu alasan menghadirkan RICH, adalah karena belum semua sekolah dasar menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris, sementara mata pelajaran tersebut direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai 2027. Di sisi lain, biaya kursus yang relatif tinggi juga menjadi kendala, bagi sebagian keluarga.

Karena itu, Kecamatan Pakal menggandeng Unesa agar mahasiswa Sastra Inggris, dapat menjadi tenaga pengajar melalui program magang. Menurutnya, jumlah mahasiswa yang terlibat, bahkan akan bertambah hingga dua kali lipat, dibandingkan saat uji coba.

“Kami berharap semakin banyak kelas yang dibuka, sehingga semakin banyak anak yang bisa belajar bahasa Inggris secara gratis. Harapan kami, RICH bukan hanya diresmikan hari ini, tetapi terus berjalan dan memberi manfaat bagi anak-anak, siapa pun yang nantinya melanjutkan program ini,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *