Wali Kota Mojokerto Minta Pelajar Waspadai Modus Baru Narkoba

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai berbagai modus baru penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, saat ini peredaran narkoba juga menyasar pelajar hingga anak-anak.

Pesan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, saat menghadiri kegiatan Korve Indonesia Asri yang dilanjutkan dengan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Taman Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan diawali dengan Bike to Work dari Rumah Rakyat menuju lokasi. Setibanya di Taman Suromulang, Ning Ita bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Cak Sandi, Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Damar Bastiar, Sekretaris Daerah, serta jajaran Pemkot Mojokerto turun langsung membersihkan kawasan taman.

Baca juga  Capaian CKG Pemkot Mojokerto Tembus 71,5 Persen, Lampaui Target Nasional

Ning Ita mengatakan perkembangan modus penyalahgunaan narkoba menuntut masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada. Jika sebelumnya narkotika identik dengan sabu, ganja, atau pil ekstasi, kini peredarannya dikemas dengan berbagai cara yang lebih sulit dikenali.

“Saat ini bentuk narkoba terus berkembang. Ada yang dicampurkan ke cairan vape hingga permen yang menyasar anak-anak. Karena itu tugas kita adalah membentengi keluarga, menjaga anak-anak, dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” tutur Ning Ita.

Ia menjelaskan, sosialisasi P4GN yang digelar bersama BNN Kota Mojokerto merupakan bagian dari Program Kampung Bersinar yang dilaksanakan secara bergilir di setiap kelurahan. Program tersebut menjadi implementasi berbagai regulasi yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca juga  Pemkab Mojokerto Tertibkan 690 Kios yang Menunggak Retribusi

Ning Ita juga mengungkapkan tingginya angka kasus narkotika di lembaga pemasyarakatan menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar tidak lengah.

“Sekitar 80 persen penghuni Lapas Kelas IIB Kota Mojokerto merupakan kasus narkoba. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan. Peran masyarakat sangat penting untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, hingga mekanisme pelaporan kepada BNN apabila menemukan dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Korve Indonesia Asri sendiri merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Mojokerto setiap Jumat yang diawali dengan Bike to Work menuju lokasi kerja bakti. (Ym)

Baca juga  Pemkab Mojokerto Kucurkan Insentif untuk 1.661 Guru Paud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *