Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Ingatkan Hindari Politik Uang

Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) audah bermunculan. Kiai Jombang, KH Mustain Hasan, mengingatkan agar proses pemilihan tidak dicederai praktik politik uang.

Menurut Mustain, pemimpin PBNU harus memiliki kapasitas organisasi sekaligus komitmen kuat untuk berkhidmat kepada NU. Ia menilai sosok yang terpilih juga harus mampu menjaga nilai dan cita-cita yang diwariskan para pendiri NU.

“Yang paling penting adalah menjiwai semangat para pendiri NU, mengabdi dengan tulus, bukan berlomba mengejar jabatan,” ujar Mustain kepada media Rabu (29/7).

Ia menegaskan, politik uang menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, Muktamar NU tidak seharusnya berubah menjadi arena perebutan kekuasaan sebagaimana kontestasi politik praktis.

Baca juga  Launching Suryavena, Haedar Ajak Seluruh RS Muhammadiyah Perkuat Konsolidasi

Mustain kemudian mengingatkan kembali sikap sejumlah tokoh NU pada masa awal organisasi. Ia menyebut saudagar Hasan Gipo yang pernah enggan menerima amanah sebagai pemimpin karena merasa khawatir tidak mampu menjalankan tanggung jawab tersebut. Sikap serupa, kata dia, juga pernah ditunjukkan KH Mahfudz Siddiq.

“Jangan sampai terjadi rebutan jabatan, apalagi sampai ada money politics seperti pilkades atau pilpres. Itu bukan adab warga NU,” tegasnya.

Mustain berharap Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan semangat khidmah, bukan kepentingan pribadi maupun perebutan kekuasaan. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *