MOJOKERTO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Bayannur, Daerah Otonomi Inner Mongolia, Tiongkok. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kota Bayannur di Ruang Rapat SBK Pemkab Mojokerto, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan delegasi tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Pemerintah Rakyat Kota Bayannur, Zhao Yongjun. Turut hadir sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bayannur serta perwakilan pelaku usaha dari Tiongkok dan Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Mojokerto kepada mitra internasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang serta terima kasih atas kunjungan delegasi Kota Bayannur ke Kabupaten Mojokerto. Kami juga mengapresiasi karena Kabupaten Mojokerto dipilih sebagai salah satu tujuan investasi,” ujar Gus Barra.
Bupati menegaskan, Kabupaten Mojokerto memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi. Namun, menurutnya, potensi daerah harus dibarengi dengan penciptaan iklim investasi yang aman, nyaman, transparan, dan memberikan kepastian hukum.
Pemkab Mojokerto, lanjut Gus Barra, terus berkomitmen menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi investor melalui pelayanan perizinan yang cepat dan efisien, dukungan infrastruktur, stabilitas keamanan, hingga penyediaan tenaga kerja terampil.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan kebijakan daerah di bidang penanaman modal melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penanaman Modal.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan dan berkelanjutan. Kami ingin memberikan kepastian dan kemudahan kepada para investor yang akan mengembangkan usahanya di Mojokerto,” jelasnya.
Gus Barra memaparkan sejumlah sektor yang memiliki prospek investasi di Kabupaten Mojokerto, mulai dari pertanian, peternakan, industri, pariwisata, perdagangan hingga jasa.
Posisi Kabupaten Mojokerto yang berada di kawasan strategis Gerbangkertasusila juga menjadi salah satu keunggulan dalam menarik investasi. Dukungan infrastruktur yang terus berkembang dinilai semakin memperkuat konektivitas Mojokerto dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar. Kabupaten Mojokerto memiliki kekayaan sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, kawasan pegunungan, air terjun, wisata alam, agrowisata, hingga desa wisata.
Kawasan Trowulan, misalnya, memiliki sejumlah destinasi heritage seperti Museum Majapahit, Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Candi Brahu, Kolam Segaran dan Candi Wringin Lawang.
Selain wisata sejarah, sejumlah destinasi alam seperti Air Terjun Dlundung, Air Panas Padusan, Petirtaan Jolotundo dan Coban Canggu juga menjadi bagian dari potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Menurut Gus Barra, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor akomodasi, restoran, pusat oleh-oleh, wahana rekreasi, UMKM, ekonomi kreatif hingga industri kerajinan.
“Kawasan Trowulan memiliki nilai yang sangat strategis karena wisatawan tidak hanya dapat melihat koleksi museum, tetapi juga secara langsung menelusuri berbagai jejak peradaban Majapahit,” katanya.
Selain pariwisata, sektor pertanian juga menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan data tahun 2025 yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, sejumlah komoditas utama meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah dan cabai rawit.
Produksi padi tercatat mencapai 327.763 ton dengan luas tanam 60.597 hektare. Sementara jagung memiliki luas tanam 33.183 hektare dengan produksi mencapai 254.382 ton.
Komoditas lainnya juga menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan. Kedelai memiliki luas tanam 808 hektare dengan produksi 1.294 ton, bawang merah seluas 607 hektare dengan produksi 9.670 ton, serta cabai rawit dengan luas tanam 3.508,5 hektare dan produksi mencapai 8.625 ton.
Sektor peternakan juga memiliki prospek yang cukup besar. Komoditas yang dikembangkan antara lain ayam petelur, ayam broiler, itik dan entok. Selain unggas, terdapat pula ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba serta ruminansia besar berupa sapi potong dan sapi perah.
Bupati Mojokerto berharap kunjungan delegasi Bayannur tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan kerja sama yang lebih konkret.
Menurutnya, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada berbagai sektor strategis, seperti perdagangan, investasi, industri, pertanian, peternakan, pariwisata dan bidang lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama.
“Kami berharap pertemuan ini dapat dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih konkret, sehingga potensi yang kita miliki dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua daerah,” ungkapnya.
Gus Barra juga menyampaikan harapan agar delegasi Bayannur dapat melihat secara langsung potensi Kabupaten Mojokerto dan kemudian tertarik mengembangkan investasi di daerah tersebut.
“Kami berharap setelah melihat dari dekat potensi Kabupaten Mojokerto, Mr. Zhao Yongjun dan seluruh delegasi dapat semakin tertarik untuk mengembangkan investasi di Kabupaten Mojokerto,” tuturnya.
Kunjungan delegasi Pemerintah Kota Bayannur tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang baru bagi kerja sama ekonomi antara Kabupaten Mojokerto dan Bayannur.
Bayannur Tertarik Potensi Mojokerto
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pemerintah Rakyat Kota Bayannur, Zhao Yongjun, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penerimaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Mojokerto kepada delegasi Bayannur.
Menurut Zhao Yongjun, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengenal lebih dekat kondisi, potensi ekonomi, serta peluang investasi yang dimiliki Kabupaten Mojokerto.
Ia menilai Mojokerto memiliki sejumlah sektor yang menarik untuk dijajaki, khususnya bidang industri, pertanian, perdagangan, pariwisata, serta peluang kerja sama dengan dunia usaha.
“Kami sangat menghargai sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Melalui kunjungan ini, kami dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan perkembangan Kabupaten Mojokerto, termasuk peluang kerja sama di berbagai sektor,” ujar Zhao Yongjun.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal dari hubungan kerja sama yang semakin erat antara Kota Bayannur dengan Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, komunikasi antarpemerintah daerah perlu terus diperkuat agar peluang kerja sama yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti secara lebih konkret.
“Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi pertemuan awal, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan pembahasan yang lebih mendalam. Kami terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Zhao Yongjun juga menyampaikan ketertarikannya terhadap berbagai potensi yang dimiliki Mojokerto, termasuk sektor pertanian dan industri. Pertukaran informasi mengenai potensi daerah dan peluang investasi dinilai penting untuk menemukan bidang kerja sama yang sesuai dengan kepentingan kedua pihak.
Ia berharap hubungan antara Bayannur dan Mojokerto ke depan dapat berkembang tidak hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha dari kedua wilayah untuk membangun kemitraan.
“Kami berharap melalui kunjungan ini dapat terbangun hubungan yang lebih kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua daerah. Kami akan terus mendorong komunikasi dan penjajakan peluang kerja sama setelah kunjungan ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, jajaran perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Mojokerto, Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Ketua Kadin Kabupaten Mojokerto, serta perwakilan perusahaan dan pelaku usaha. (Adv/ym)










