Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, akan mendapatkan prioritas dalam program Revitalisasi satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo pada Senin (24/8).
Tak hanya memastikan dukungan melalui program revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan awal bagi satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada berupa logistik dasar, seperti 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan. Selain itu, pemerintah turut menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp860 juta untuk 61 sekolah.
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tutur Mendikdasmen.
Mendikdasmen mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak bencana untuk mengetahui tingkat kerusakan. Pendataan tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang dapat diakomodasi melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026.” ujar Mendikdasmen di SDK Rowa.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, Kemendikdasmen akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Lalu pembangunan dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.
“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” lanjutnya.
Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyambut baik rencana revitalisasi bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana sekaligus memastikan murid dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.bg








