Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemedikdasmen) memastikan penanganan sekolah yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi prioritas. Sekolah-sekolah rusak akan masuk program revitalisasi tahun 2026.
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Selasa (25/8/2026).
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan darurat. Total dana tunai Rp860 juta dalam bentuk voucher diberikan untuk 61 sekolah. Logistik yang disalurkan meliputi 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket.
Saat ini pemerintah masih melakukan pendataan sekolah terdampak. Data tersebut akan jadi dasar penentuan kebutuhan bantuan.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” kata Mu’ti.
Setelah pendataan dan verifikasi selesai, akan dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. “Setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” lanjut Mu’ti.
Kepala SDK Rowa Agustina Kabha bersyukur atas bantuan tersebut. “Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap bangunannya tahan gempa agar murid tidak trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Data Kemendikdasmen mencatat gempa NTT menyebabkan 116.324 siswa terkendala pembelajaran. Untuk itu disiapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh dan pembelajaran darurat. (Ym)












