Pemkot Surabaya Komitmen Putus Rantai Kemiskinan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmen, dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kali ini, langkah cepat ditunjukkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turun tangan membantu Aisyah, seorang anak putus sekolah, akibat terkendala biaya.

Kisah ini bermula dari aduan masyarakat yang masuk melalui Hotline Lapor Cak Eri. Rahayu, tante dari Aisyah, melaporkan kondisi keponakannya, yang terpaksa berhenti sekolah. Ibu Aisyah, Dwi, merupakan orang tua tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga, dengan bekerja sebagai penjaga kantin berpenghasilan Rp45.000 per hari.

Mendapat laporan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi bergegas mendatangi langsung kediaman Aisyah. Dari peninjauan tersebut, terungkap bahwa Aisyah sempat mengenyam pendidikan, hingga kelas 2 SMP di SMP Kawung 2 sebelum akhirnya terhenti, karena tidak mampu membayar biaya sekolah.

Baca juga  Dishub Surabaya Gerak Cepat Tindak Aduan Pengemudi Wirawiri

Usaha keluarga untuk memindahkan Aisyah ke sekolah, yang lebih murah pun sempat terkendala administrasi, karena data siswa dari sekolah lama belum dipindahkan.

Tak ingin membiarkan masa depan Aisyah terancam, Wali Kota Eri segera berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait. Hasilnya, Aisyah dipastikan dapat melanjutkan pendidikannya, di salah satu SMP di kawasan Krembangan secara gratis, melalui pemanfaatan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

“Semangat sekolahnya, Aisyah ini adalah contoh agar tidak ada lagi anak-anak di Surabaya, yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan pendidikan. Surabaya bisa maju di tangan anak dan cucu kita. Semoga tidak ada lagi Aisyah-Aisyah yang lain. Kalaupun ada, tentu akan kita bantu dan sekolah-kan,” tegas Wali Kota Eri, Senin (12/10).

Baca juga  Gerak Cepat Penderita Kanker, Wali Kota Bawa Pasien ke RSUD Soewandhie

Ia juga berpesan agar Aisyah belajar dengan rajin demi masa depannya, serta dapat membantu meringankan beban sang ibu. Tak hanya di tingkat SMP, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mendampingi dan menjamin pendidikan Aisyah, hingga tingkat SMA bahkan perguruan tinggi.

“Insyaa Allah akan kita dampingi sampai SMA dan kuliah, supaya tidak putus sekolah lagi,” tandas Wali Kota Eri.

Rahayu, tante Aisyah, mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan respons cepat, dari Pemkot Surabaya. “Saya cuma ingin Aisyah bisa sekolah supaya bernasib lebih baik dari orang tuanya. Saya mikir kalau tidak sekolah mau kerja apa di zaman sekarang. Akhirnya saya kirim pesan (DM) cerita ke Pak Eri, dan bersyukur langsung didatangi,” ujar Rahayu.

Baca juga  DLH Surabaya Ajak Anak-anak Kenjeran Bersihkan Pantai

Rasa bahagia dan lega juga terpancar dari Aisyah. Anak perempuan tersebut mengaku sempat pasrah, dengan keadaannya sebelum mendapat bantuan.

“Aku sebenarnya ingin sekali sekolah, tapi kalau tidak bisa ya bagaimana lagi, ibu juga sudah berusaha. Alhamdulillah dibantu Pak Eri. Aku tidak tahu kalau tidak sekolah ke depannya bagaimana,” tutur Aisyah penuh haru.

Melalui bantuan ini, Aisyah berharap dapat menuntut ilmu dengan baik, meraih cita-citanya, dan kelak mampu membantu menyekolahkan adik-adiknya. Langkah Pemkot Surabaya ini menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kota Surabaya, yang terenggut hak pendidikannya hanya karena alasan ekonomi. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *