Wacana Damai Israel – Palestina, MUI: Keberhasilannya Tipis

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengomentari soal wacana damai antara Israel dan Palestina. Menurutnya itu akan menemui titik buntu. Dijelaskan bahwa two state solution atau solusi dua negara tidak mudah dilakukan. Sebab, Israel tak akan dengan gampangnya mengembalikan wilayah yang telah mereka rebut dari Palestina.

“Menurut saya kemungkinan akan berhasil itu sangat tipis. Karena Israel nggak mau mengembalikan tanah yang dirampas,” kata Abbas kepada wartawan memberikan keterangan pers, Sabtu (24/9).

Keinginan damai yang disampaikan Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid mestinya diiringi pengembalian tanah Palestina yang telah direbut Israel. Sehingga, selama hal itu tidak dilakukan, wacana damai kedua negara akan menemui jalan buntu. “Selama hal itu tidak dilakukan oleh Israel maka rakyat Palestina ndak akan mau berdamai,” katanya.

Abbas menerangkan bahwa Israel selama ini menggunakan politik demografi untuk menduduki sebagian wilayah Palestina. Di Yerusalem, negara itu mendirikan pemukiman-pemukiman baru untuk rakyatnya. Pada akhirnya, Yerusalem yang belakangan diklaim sebagai Ibu Kota Israel akan dilakukan referendum dan resmi diakui sebagai wilayah Israel.

“Jadi nanti setelah jumlah orang Yahudi banyak di Yerusalem, nanti rakyat minta akan dilakukan referendum. Yang menang Israel karena jumlah orang Israel lebih banyak daripada orang Palestina,” katanya.

Wacana damai Israel dan Palestina sebelumnya disampaikan PM Israel Yair Lapid dalam pidatonya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77 di New York, Kamis (22/9).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *