Menko Polhukkam Prof Mahfud MD memberikan kuliah umum untuk mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Yayasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Sabtu (8/10/2022).
Dihadapan ratusan mahasiswa program S2 dan S3 kampus tersebut Mahfud MD menjelaskan tentang Fikih Siasah. Dikatakannya bahwa rakyat Indonesia harus bersyukur karena memiliki negara Indonesia. Sebab dengan demikian maka umat islam di Indonesia bisa melakukan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Bagi umat Islam, secara fikih mendirikan negara adalah keharusan, dalilnya adalah “tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku”. Maka untuk bisa beribadah dengan baik kita harus punya yang namanya negara. Nabi Muhammad SAW dulu dipersulit beribadah sehingga beliau hijrah ke madinah dan mendirikan negara,” ujar Mahfud MD.

Mahfud MD juga memberi semangat kepada para mahasiswa dan santri untuk mengisi jabatan-jabatan penting di publik, sebab sejatinya santri juga yang banyak berjuang merebut kemerdekaan melalui revolusi Jihad KH Hasyim Asyari.
“Tapi apa yang terjadi, sesudah merdeka para santri tidak bisa masuk di pemerintahan karena tidak punya ijazah. Akhirnya sebagian santri pulang ke Pesantren, ada sebagian memberontak dengan munculnya DI/TII dan pemberontakan lainnya di Jawa Tengah,” terang Mahfud.
Masih kata Mahfud MD, akhirnya KH Wahid Hasyim pada tahun 1951 sebagai menteri agama bersama menteri pendidikan membuat keputusan bahwa ijazah madrasah yang ada di Pesantren-pesantren diakui sama dengan sekolah Umum.
“Hasilnya di pesantren-pesantren banyak didirikan sekolah yang diakreditasi oleh pemerintah, termasuk di Pesantren Amanatul Ummah ini, hasilnya di kantor-kantor pemerintah agama islam berkembang pesat, banyak juga yang menjadi tentara,” jelas Mahfud MD.
Sementara itu pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifudin Chalim dalam sambutannya menjelaskan bahwa IKHAC memiliki visi mencetak manusia yang unggul dan berakhlakul Karimah.
“Kami memberikan beasiswa kepada semua provinsi di Indonesia, juga kepada negara di Afrika dan Asia untuk belajar di kampus IKHAC, kami punya rencana setiap tahunnya akan mencetak 500 doktor,” tutur Kiai Asep.
Sementara itu Ketua Yayasan Amanatul Ummah, Muhammad Albarra mengucapkan Terima kasih atas kedatangan Mahfud di Kampus IKHAC.
“Suatu kebahagiaan bagi kita semua para mahasiswa bisa bertatap muka dengan Menko Polhukam. kita memang mengharapkan kedatangan pak Mahfud untuk memotivasi semangat para santri,” pungkas Gus Barra yang juga Wakil Bupati Mojokerto.
Kegiatan kuliah Umum tersebut juga dihadiri sastrawan Zawawi Imron, Sekretaris Menkopolhukam Letnan Jendral teguh, Deputi keamanan nasional Polhukam Irjen polisi Armed Wijaya, Stafsus Polhukam Imam Marsudi, serta Forkopimda Kabupaten Mojokerto. Ym






