Sabtu-Ahad, 24-25 Desember 2022, LAZIS Nurul Falah berkolaborasi dengan BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda-Remaja Masjid Indonesia) Jawa Timur memberikan diklat untuk guru ngaji Al-Quran dan Guru TK. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru ngaji dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak menggunakan metode Tilawati dengan mudah dan menyenangkan.
Pemberdayaan guru ngaji Al-Qur’an dilaksanakan di tempat pendopo Hunian Tetap (Huntap), Sumbermujur, Candipuro, Lumajang. Peserta yang mengikuti kegiatan sejumlah 63 peserta dengan rincian 39 guru ngaji perempuan dan 24 guru ngaji laki-laki dari berbagai lembaga yang ada di kecamatan Candipuro.
Peserta yang hadir mendapat materi diklat level 1 dan mendapatkan modul pembelajaran berupa buku strategi pembelajaran metode Tilawati, Buku Tilawati PAUD, dan Buku tilawati 1-6.
Ditengah rawannya bencana susulan bencana Gunung Semeru tidak membuat semangat peserta diklat guru ngaji Al-Quran menurun. Sebaliknya, antusiasme peserta semakin kuat terus menambah ilmu pengetahuan, terlihat semangat peserta mengikuti kegiatan diklat seraya membawa anak balita untuk mengikuti acara.

Kulsum salah satu peserta diklat yang membawa anak balita mengatakan bahwa di rumah tidak ada yang menjaganya, sekalian saya bawa saja ikut acara supaya kelak senang belajar mengaji Al-Quran.
“Semoga ketika sudah besar dapat menjadi ahli Al-Quran,” ujarnya, Sabtu (24/12/2022).
Sementara itu Asharis selaku Direktur LPPTKA DPW BKPRMI Jatim mengatakan, selain diklat guru ngaji juga diberikan materi Thibbun Nabawi, selain guru ngaji bisa mengajarkan Al-Quran, dibekali dengan materi menjaga kesehatan, dan diberikannya pemahaman tentang pengelolaan manajemen TPQ.
“Selain diberikan pemahaman, guru ngaji Al-Quran langsung praktik di tempat. Sehingga ketika sudah selesai diklat dapat langsung mengaplikasikan metode Tilawati di lembaga masing-masing.” ujar pria memakai peci.
Achmad Fahrurrozi, Asisten Direktur IV LAZIS Nurul Falah memberikan ucapan terima kasih dan semoga sukses terhadap terselenggaranya kegiatan diklat guru ngaji Al-Quran metode Tilawati level 1 dengan peserta
“Dengan harapan kami bersama untuk membentuk karakter sejak dini, dimulai dari guru ngaji Huntap dan Huntara (Hunian Sementara). Semoga dengan adanya diklat ini dapat memberikan warna baru, semangat baru, perjalanan baru untuk berdakwah bersama Al-Qur’an. Dengan berdakwah dengan Al-Quran, kelak kita kan diberikan keselamatan oleh Allah Swt. baik di dunia maupun di akhirat,” Imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ustadz Khoirul Anam, Ketua KUA Candipuro menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Kemenag Lumajang karena tidak bisa menghadiri secara langsung. Melalui ustadz Khoirul Anam, Kemenag Lumajang menitipkan pesan bahwa pihaknya sangat mendukung guru-guru ngaji dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran Al Quran yang tentu bisa memberikan warna baru pada proses belajar mengajar
“Orang yang mengajarkan Al Quran akan mendapatkan kemulian didunia dan akhirat,” tutup Kemenag Lumajang dalam pesannya. Ym






