International Kids Fashion Festive Session 2, Tampilkan 600 Busana Brand Lokal

Andima Management kembali menggelar International Kids Fashion Festive (IKFF) selama empat hari, mulai 24-27 Agustus di Atrium Grand City Mall, Surabaya. Setelah sukses di tahun 2022 lalu, perhelatan fashion show baju anak ini menampilkan karya desainer berbagai kota di Indonesia.

Founder Andima Management, Andreas Sarmin kepada majalahnurani.com mengaku, di tahun 2022 lalu, ada 40 desainer yang terlibat. Namun, saat ini berkembang pesat. “Sudah ada 60 desainer yang terlibat untuk merancang busana anak-anak. Termasuk desainer dari Bandung, Jakarta dan sebagainya dengan total 600 karya,” ungkapnya.

Ratusan karya desainer ini langsung dipamerkan dengan konsep parade fashion model cilik di atas runway. Andreas mengaku, IKFF tujuan utamanya yakni untuk bisa menarik desainer yang tidak hanya berasal dari dalam negeri. Tetapi juga para desainer dari luar negeri. “Kami sudah sounding ke beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand. Rencananya tahun depan mereka bisa bergabung,” terang Andreas.

Dia mengatakan, pertumbuhan atau jumlah desainer anak saat ini semakin banyak. Bahkan hampir di setiap kota besar, ada desainer baju anak-anak dengan local brand masing-masing. Mereka mampu menggaet pasar sekaligus menciptakan trennya sendiri. Anak-anak pun semakin punya banyak pilihan untuk tampil stylish dengan brand buatan anak negeri.

“Sebagai pionir acara anak, Andima ingin ada fashion show khusus busana anak-anak seperti yang ada di Paris. Makanya kami menggagas kembali International Kids Fashion Festive Session II ini karena memang responnya luar biasa. Tahun ini kami juga mengusung tema besar yakni Transformation. Tema itu memudahkan para desainer untuk bisa lebih fokus dalam membuat koleksi untuk fashion show kali ini,” paparnya.

Andreas menuturkan, Transformation merupakan tema yang berangkat dari semangat untuk bertransformasi. Artinya, baju yang dikenakan untuk fashion show tidak hanya cantik saat di atas stage saja. Tetapi baju tersebut juga bisa langsung diproduksi sebagai daily wear alias pakaian sehari-hari.

“Kami ingin para desainer membuat baju yang bukan hanya dipakai saat fashion show di atas panggung saja. Melainkan bisa langsung mengarah pada produksi yang lebih banyak untuk dijual. Baju yang bisa langsung dipakai meski sudah tidak fashion show. Bahkan meskipun itu adalah jenis baju pesta, tapi masih bisa nyambung ketika langsung dipakai jalan-jalan,” imbuhnya.

Di hari perdana, Kamis (24/8/2023), International Kids Fashion Festive akan diisi dengan acara dari berbagai komunitas. Dilanjutkan hari kedua pada Jumat (25/8/2023) akan ada banyak acara seru dari agency atau sekolah-sekolah model. Puncak acara pada Sabtu (26/8/2023) dan Minggu (27/8/2023), sebanyak 40 desainer baju anak akan bergantian menampilkan karya atau koleksinya dalam sebuah fashion show. Berikut beberapa brand yang ditampilkan di IKFF.

1. Zriel Clothing

Kali ini Zriel Clothing mengusung tema Luxury Spring Wear. Jadi baju musim semi menuju summer. Bajunya cocok untuk jalan jalan atau untuk acara tertentu. Koleksinya terkesan santai tapi ada unsur luxury dari kain yang digunakan sebagai material utama. Total akan ada 13 look ada minidres untuk perempuan dan setelan untuk laki-laki mulai rentang usia 10-14 tahun. Model dan kenyamanan menjadi hal yang paling diperhatikan. Selain juga menyesuaikan tren saat ini. Mengambil model simpel yang fokus pada satu warna. Fungsional bisa untuk acara semi formal sampai jalan-jalan.

2. Adriana Chloe Collection

Menampilkan karya fashion milik Adriana Chloe Pramono dari Tegal yang baru berusia 12 tahun. Berkonsep Magical Barbie yang terinspirasi dari film Barbie. Bahan katun kotak2 yang mengesankan chic, cute dan romantic. Berjenis kasual yang bisa digunakan anak-anak hingga remaja. Chloe belajar desain dengan guru dari Jakarta sejak  tahun lalu. Sebelumnya pernah bikin desain bertema colour block, summer, kasual hingga batik yang dikombinasikan denim.

3. Laras by Meyti Hanna Fashion

Tema koleksi Laras didominasi oleh warna nude. Warna ini mengarah pada cokelat muda yang cenderung netral. Warna ini juga merepresentasikan tentang keseimbangan sehingga cocok dipadukan dengan banyak warna. Dalam filosofi, hidup perlu keseimbangan. Dan keseimbangan hidup selalu dikaitkan dengan konsep harmoni serta keselarasan. Mengutip filsuf Aristoteles bahwa manusia harus mencari keselarasan antara kebijaksanaan, keberanian, keterampilan dan keadilan.

4. Skytrace by Sky Poaler

New series dari Skytrace kali ini terinspirasi dari preppy style yang diibaratkan sebagai style pemuda yang sanggup membeli pakaian mahal dari bahan-bahan terbaik. Dari preppy style tersebut, kami padu padankan dengan tren masa kini. Didominasi warna hitam putih, silver dan beberapa warna lain dalam balutan kain duches, linen dan suede. Sehingga fashionista tetap terlihat elegan meskipun dengan casual style. (Ra, foto-foto: Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *