Geliat Airlangga dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menargetkan cakupan imunisasi tercapai di Jatim. Untuk mencapai ini, Geliat Airlangga melibatkan Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muslimat dan Fatayat.
Uswatun Hasanah, anggota Fatayat NU Malang mengaku bersyukur bisa terlibat dalam cakupan imunisasi. “Bahwa sosialisasi mengejar target dalam imunisasi ini juga gencar di Malang. Saya berharap nanti ada solusi dalam menghadapi masalah yang muncul,” ujarnya Rabu (6/11) saat menerima materi vaksin baru di Hotel Mercure Mirama Surabaya.
Dr Arief Hargono, tim Geliat Airlangga berharap cakupan imunisasi di Jatim itu tinggi merata dan berkualitas. Diakuinya bahwa untuk mencapai itu memang ada beberapa masalah.
“Kami dengan UNICEF, Dinkes Provinsi Jatim mengidentifikasi masalah. Seperti penyakit infeksi yang masih ada. Kemudian juga keterbatasan sumber daya. Untuk itu perlu ditingkatkan,” terangnya.
Menurut Arief, pasca covid, cakupannya imunisasi anak perlu ditingkatkan. Kalau belum tercapai maka potensi kejadian luar biasa bisa terjadi. “Seperti baru saja ada Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Madura. Sebelumnya juga ada difteri,” sambungnya.
Bagaimana caranya, stakeholder terkait bisa memberikan hak untuk sehat ke masyarakat, bayi, dan ibu. Bahwa kesehatan harus dimiliki masyarakat Indonesia. Program akselerasi imunisasi melibatkan banyak pihak. Masalah penyakit infeksi itu penyakit menular. Kekebalan diharapkan ada di tiap individu.
“Inilah mengapa kita melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa kala itu pihaknya membahas masalah imunisai dan solusinya bersama Aisyiyah dan Muslimat. Bahkan Geliat Airlangga pernah membahasnya dengan melibatkan pesantren.
“Sehingga kita bisa mendapatkan sudut pandang pondok pesantren. Tujuannya, supaya kita tahu masalah imunisasi dari kacamata mereka. Bukan dari sudut pandang Unair, Unicef atau Dinkes, saja,” jelasnya.
“Kita juga melibatkan mahasiswa dalam bulan imunisasi nasional. Kita lakukan analisis pemetaan dan survey. Termasuk untuk mendapatkan sasaran merata. Agar target cakupan imunisasi tercapai,” tegasnya. (Bagus)






