Psikolog ASIEQ Educare Sebut Judi Online Sebabkan Anak Gangguan Jiwa

Pakar Psikologi ASIEQ Educare Suryantiningsih, menyatakan bahwa saat ini Indonesia perlu
waspada terhadap kesehatan mental generasi muda, khususnya gen Z. Termasuk generasi alpha yang lagi dibicarakan. Karena daya juang gen Z kurang tangguh. Saat generasi lahir, teknologi sudah tersedia. Prepare semua. “Sehingga mereka hanya menikmati saja. Termasuk judi online yang kini menyasar remaja,” ungkapnya di momen Peringatan Hari Guru Nasional, Senin (25/11).

Dengan teknologi yang tersedia dan mudah, ditambah iming iming cepat kaya, maka gen Z ini jadi target bagi bandar judi online. “Kita harus perangi judi online,” sambungnya.

Diungkapkan Suryantingsih yang juga guru SMPN 2 Sedati bahwa kecanduan judi online membuat seseorang mengalami gangguan jiwa. Adanya harapan yang tinggi untuk mendapatkan kekayaan, padahal itu hanya angan angan saja. Inilah yang menyebabkan seseorang sakit mental hingga gangguan kejiwaan.

Baca juga  Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Baru bagi SDN 10 Terdampak Banjir

“Kita harus gencar menyerukan perang lawan judi online. Ini sangat tidak bermanfaat. Kemudian menyebabkan gangguan jiwa,” ucapnya.

Peran paling besar dibutuhkan untuk mencegah anak kecanduan judi online yakni orang tua sebagai madrasah di rumah. Sebelum bandar judi ini menyasar gen Z, maka orang tua dibutuhkan. “Peluk anak kita. Kita edukasi. Kita kuatkan agamanya sebagai modal. Sehingga super ego anak terbentuk baik. Mana salah, mana benar bisa membedakan. Ini tips pertama,” ucap Suryantiningsih.

Kemudian orang tua dan anak harus terbuka dalam pemakaian hp. Misalnya password hape bisa diakses orang tuanya. “Jadi komitmen bisa sama sama mengecek dan memantau. Ini memang sulit. Tapi hsrus dilakukan untuk mencegah anak kena judi online,” terangnya. (Bagus)

Baca juga  Kemendikdasmen Sebut Angka Partisipasi Sekolah PAUD Naik Jadi 88 Presen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *