Perkuat Perlindungan Anak Pemkot Jalin MoU dengan UNICEF CFCI

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU), dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), dan rencana kerja tahunan (RKT) serta UNICEF Child Friendly Cities Initiative (CFCI) pada (22/4) mendatang. MoU ini, menjadi momentum penting dalam upaya Kota Surabaya, memperkuat program perlindungan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), secara holistik.

Rencananya, dalam penandatangan MoU tersebut, bersamaan dengan diluncurkannya, berbagai program inovatif. Yang pertama, yakni program “7++ Karnaval Anak Indonesia Hebat”, dalam program ini terdapat 2 karakter khas Surabaya, yaitu Berani dan Gotong Royong, beserta dengan aplikasi monitoringnya.

Sedangkan yang kedua, yaitu program Kenali dan Deteksi Tumbuh Kembang Secara Dini (Kenari). Ketiga, adanya peluncuran buku perlindungan anak “Amira dan Gadget” yang diterbitkan oleh Bunda PAUD, atau Puspa Srikandi Kota Surabaya. Sedangkan yang keempat adalah, program “Rumah Perubahan” untuk anak dengan permasalahan sosial.

Baca juga  Tim Putra-Putri Surabaya Juara GSI 2026, Bersiap Masuk Seleksi Nasional

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dengan adanya kerjasama atau MoU ini, menjadikan Kota Pahlawan rumah terbaik, untuk anak-anak. Tidak hanya itu, adanya program ini juga bisa dijadikan, sebagai penunjang tumbuh dan perkembangan anak ke depannya.

“Sebagai wali kota, saya bertekad menjadikan Surabaya, sebagai rumah terbaik bagi anak-anak. Sebagai orang tua, saya memahami, bahwa tidak ada yang lebih berharga, dari masa depan anak-anak kita. Strategi Kemitraan ini akan memperkuat upaya kita, dalam memberikan pendidikan dan perlindungan terbaik, bagi generasi penerus Kota Surabaya.” kata Wali Kota Eri, Senin, (21/4).

Wali kota Surabaya, sekaligus Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menyebutkan, bahwa program CFCI UNICEF di Surabaya, akan difokuskan pada lima prioritas bidang. Diantaranya adalah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.

Baca juga  Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Selain itu, juga untuk memperkuat partisipasi anak dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan. Tidak hanya itu, pemkot juga memprioritaskan peningkatan kapasitas dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Selanjutnya, pemkot memprioritaskan program CFCI UNICEF ini, untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat, terhadap hak-hak anak. Yang terakhir, yakni untuk peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan data, terkait situasi anak di Kota Surabaya.

“Sementara itu, kolaborasi dengan SEAMEO CECCEP, akan fokus pada peningkatan kapasitas pendidik anak usia dini dan orang tua, melalui implementasi Modul Gembira, yang dirancang untuk memfasilitasi transisi yang mulus, dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar,” sebutnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani menyampaikan, pentingnya melakukan pencegahan dini, dalam perlindungan terhadap anak. Rini berharap, dengan adanya program “7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” ini, dapat memberikan kontribusi, serta mendukung pengembangan karakter anak, di Kota Surabaya ke depannya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Libatkan Warga Verifikasi Bansos Lewat Muskel

“Dengan menambahkan nilai keberanian dan gotong royong pada kerangka nasional, maka kami menanamkan semangat khas Kota Surabaya, pada anak-anak. Adanya buku ‘Amira dan Gadget’ ini diharapkan, bisa menjadi cara untuk melindungi anak-anak kita di era digital,” harapnya.

Kerjasama antara Pemkot Surabaya, dengan SEAMEO CECCEP dan CFCI UNICEF ini, menuai respon positif dari Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nia Nurhasanah. Menurut Nia, implementasi program prioritas nasional, untuk pendidikan anak usia dini, yang dilakukan Kota Surabaya patut dicontoh.

“Penambahan nilai-nilai lokal dan sistem pemantauan digital, meningkatkan program-program ini dan menciptakan model, yang dapat dipelajari oleh kota lain,” tutupnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *