Semarak Ramadan Masjid Al Akbar Surabaya, One Day One Khatam

Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 H, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menghidupkan denyut ibadah Al-Qur’an melalui program unggulan One Day One Khatam. Program ini menjadi magnet utama jemaah yang ingin mengisi Ramadan dengan tadarus berjemaah setiap hari.

Digelar setiap sore selama Ramadan, One Day One Khatam dirancang menyerupai majelis ngaji di Tanah Suci. Dalam satu majelis, 30 orang jemaah membaca masing-masing satu juz hingga khatam 30 juz dalam sehari, menjadikan masjid tak hanya ramai saat tarawih, tetapi juga hidup sejak sore hari.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian besar “Healing Ramadan: Tenang Jiwa, Kuat Raga” yang telah disiapkan pengelola masjid sejak satu bulan sebelum Ramadan. Humas Masjid Al Akbar, Helmy M. Noor menjelaskan, konsep tersebut bertujuan membuat jemaah merasa betah dan nyaman beribadah di masjid.

“Yang jelas, tema itu bermakna penempatan Ramadhan sebagai ruang pemulihan jiwa dan penguatan raga bagi pemuda yang lelah secara mental, emosional, maupun fisik, melalui empat program,” katanya Kamis (19/2).

Selain menghidupkan tradisi tadarus, pengelola juga menyiapkan ekosistem pendukung ibadah, mulai dari infrastruktur hingga pengelolaan jemaah. Sejumlah langkah dilakukan, seperti pembersihan selokan sepanjang 1,2 kilometer, penyediaan 14 boks sampah, pengaspalan jalan di sisi timur dan utara masjid, hingga penyediaan Green Toilet Difabel.

Rangkaian Ramadan di Masjid Al Akbar dibuka melalui kegiatan Megengan Healing Ramadhan MAS pada 15 Februari yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam kegiatan tersebut, disiapkan 1.447 apem untuk guru, murid, wali murid, civitas pendidikan, dan jemaah.

“Semoga kita bisa menjalani dengan khusyuk dan kita menang lahir dan bathin tanpa puasa yang bolong (udzur/tidak berpuasa),” kata Khofifah saat membuka acara beberapa waktu lalu.

Selain One Day One Khatam, agenda ibadah lainnya juga berjalan paralel, seperti ngaji ngabuburit dan buka puasa bersama, salat tarawih dan tadarus, serta qiyamul lail khusus 10 hari terakhir Ramadan. Pada malam pertama tarawih, ceramah disampaikan oleh Dr. H. Moh. Sudjak, M.Ag dengan tema Marhaban ya Ramadan, sementara imam dipimpin Ustaz Muhammad Anwari, Al Hafidz.

Program sosial turut melengkapi kegiatan Ramadan, mulai dari pasar murah, donor darah, cek kesehatan marbot, hingga MAS Berbagi bagi dhuafa, yatim, dan penyandang disabilitas. Seluruh agenda didukung puluhan relawan yang akan diperbanyak pada kegiatan-kegiatan malam hari.

Manajemen waktu ibadah tetap dijaga ketat, termasuk pembatasan durasi ceramah maksimal 10 menit menggunakan indikator lampu. Pengelola juga menyiagakan banyak tempat sampah di berbagai titik untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan jemaah.

Dengan One Day One Khatam sebagai penggerak utama, Masjid Al Akbar optimistis Ramadan tahun ini menjadi momentum menguatkan tradisi membaca Al-Qur’an sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, edukasi, dan aktivitas sosial masyarakat. (Bg).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *