Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar pameran kewirausahaan bertajuk Entrepreneur Exhibition di Lagoon Avenue Surabaya, Sabtu (14/3). Acara yang diikuti oleh 502 siswa ini menampilkan berbagai produk kreatif berbasis kesehatan islami.
Kegiatan ini bukan pameran biasa melainkan menggabungkan momentum Milad ke-48 sekolah dan nuansa suci bulan Ramadhan, pameran tahun ini mengusung tema unik: “Thibbun Nabawi Experience”. Sebanyak 502 siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, terjun langsung menjajakan produk hasil kreasi mereka sendiri.
Di salah satu stan, nampak Nuha, Alisa, dan Lana, siswi kelas 6, dengan semangat menyapa pengunjung. Di hadapan mereka, berjajar rapi kemasan Tepung Talbinah. Dengan fasih, mereka menjelaskan khasiat produknya layaknya konsultan kesehatan profesional.
“Alhamdulillah, banyak yang laku,” ujar Nuha sembari tersenyum.
“Tepung Talbinah ini bagus sekali untuk kesehatan, terutama buat yang punya maag kronis atau GERD. Kandungan serat dan magnesiumnya juga bisa bikin mood jadi lebih baik dan menenangkan hati yang sedih,” tambahnya menjelaskan manfaat bubur gandum jelai tersebut.
Tak hanya Talbinah, produk lain seperti Kurma Choco Delight dan Susu Kurma juga menjadi primadona. Semua produk yang dijual adalah hasil dari proses panjang “proyek kelas” yang sudah dimulai dua pekan sebelumnya.
Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustazah Norma Setyaningrum menjelaskan bahwa sebelum praktik berjualan, para siswa melewati tahap brainwashing dan literasi. Mereka riset mandiri tentang apa itu pengobatan ala Nabi (Thibbun Nabawi), apa manfaat bahannya, hingga akhirnya memutuskan produk apa yang layak dijual.
“Tema setiap tahun selalu berbeda. Tahun ini kita ingin menyelaraskan sunah dengan semangat kemandirian entrepreneur muda,” ungkap Ustazah Norma.
Tujuan besarnya melampaui angka penjualan hari itu. Melalui pameran ini, sekolah ingin menanamkan karakter mandiri, inovatif, dan kreatif sedini mungkin. Karakter-karakter ini diharapkan menjadi bekal kuat saat mereka tumbuh dewasa kelak.
“Harapannya, setelah lulus dan besar nanti, mereka tidak hanya siap menjadi pekerja, tapi siap menciptakan karya dan lapangan kerja bagi bangsa,” pungkas Ustazah Norma optimis. Bagus







