Wali Kota Eri Ajak Jagal Bersinergi di RPH Tambak Osowilangun

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, membuka peluang kerja sama bagi jagal baru, menyusul perpindahan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun, yang mulai beroperasi sejak 1 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas, pemotongan hewan berjalan optimal dan kebutuhan daging masyarakat Surabaya, tetap terpenuhi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, perpindahan operasional RPH ke Tambak Osowilangun, merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan, yang tetap membutuhkan dukungan para jagal, sebagai mitra kerja RPH Surabaya.

“Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) kepada seluruh jagal, yang kemarin kita berkolaborasi, bersinergi di tempat RPH yang lama (Pegirian),” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (18/6).

Karena itu, Wali Kota Eri berharap, sinergi yang selama ini terjalin dapat terus berlanjut di lokasi RPH baru. Menurutnya, keberadaan para jagal memiliki peran penting, dalam menjaga kelancaran pasokan daging bagi masyarakat. “Karena hari ini RPH juga berpindah ke Tambak Osowilangun, sehingga kita nanti berkolaborasi kembali,” ujarnya.

Baca juga  Dispendik Surabaya Pastikan Pelaksanaan SPMB Sesuai Ketentuan

Ia mengungkapkan, tidak seluruh jagal yang sebelumnya beraktivitas di RPH Pegirian berpindah ke Tambak Osowilangun. Karena itu, Pemkot Surabaya dan PT RPH Surabaya Perseroda membuka kesempatan bagi tenaga jagal baru, untuk bergabung.

“Jikalau ternyata jagal yang ada di Tambak Osowilangun itu jumlahnya kurang karena ada yang dari (RPH) Pegirian, tidak berpindah ke sana. Maka kami membuka kerja sama untuk tukang jagal yang baru, mengisi yang ada di Tambak Osowilangun,” tuturnya.

Menurut dia, penambahan tenaga jagal diperlukan agar kapasitas layanan pemotongan hewan, di Tambak Osowilangun tetap terjaga seiring beroperasinya RPH baru tersebut. “Karena kami berharap tetap terjadi pemenuhan kebutuhan daging, dengan tetap dipenuhi oleh RPH,” katanya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Segera Cairkan Gaji Ke-13 ASN

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho menegaskan, perpindahan lokasi pemotongan dari Pegirian ke Tambak Osowilangun, tidak memengaruhi distribusi, maupun ketersediaan daging di Surabaya.

“Berpindahnya tempat pemotongan dari Pegirian ke Tambak Osowilangun hal yang lumrah. Karena sebenarnya ketika tempat pemotongan ini berpindah, pasar dagingnya tetap ada,” kata Fajar.

Ia menjelaskan bahwa Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perdagangan daging, tetap beroperasi di lokasi lama di Jalan Arimbi, Pegirian, sehingga aktivitas perdagangan daging tetap berjalan normal.

“Jadi Pasar Daging Arimbi sebagai sentra penjualan daging terbaik di Surabaya itu tidak pindah, masih berlokasi di Jalan Arimbi Pegirian, menjadi sentra penjualan,” ujar Fajar.

Baca juga  Jatim Kerjasama dengan Saint Petersbug, Perkuat Pendidikan hingga Ekonomi

Menurut dia, seluruh hasil pemotongan dari RPH Tambak Osowilangun, tetap disalurkan ke Pasar Daging Arimbi dan pasar-pasar tradisional lainnya di Kota Surabaya.

“Yang kami pastikan adalah semua hasil pemotongan di Tambak Osowilangun bisa disuplai ke Pasar Daging Arimbi dan semua pasar tradisional di Surabaya, dengan baik,” katanya.

Fajar menambahkan, hingga saat ini distribusi daging dari RPH Tambak Osowilangun berjalan lancar. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun kualitas daging, yang beredar di pasaran.

“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan daging di Surabaya cukup. Tidak ada masalah dengan perpindahan (RPH) Tambak Osowilangun, karena pelayanan kami kepada masyarakat tidak berkurang,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *