LPA Jatim Dorong Komitmen Pemkot Surabaya Perkuat Hak Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 2026, menjadi momen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, untuk memperkuat komitmen sebagai kota yang aman, inklusif, dan ramah anak. Selain itu, kesempatan ini juga menjadi peluang Pemkot Surabaya, juga terus memperbarui berbagai layanan publik, yang mendukung hak-hak anak.

Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M. Isa Ansori mengatakan, HAN tahun ini mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak Surabaya Hebat”. Tema ini selaras dengan berbagai program yang telah dijalankan Pemkot Surabaya, seperti penyempurnaan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang lebih adil, transparan, dan inklusif.

Baca juga  Satpol PP Surabaya Tertibkan Bangunan Liar di Atas Aset Pemkot

Selain itu, penguatan sekolah ramah anak, penyediaan ruang bermain aman, hingga pelibatan aktif psikolog, LPA, dunia usaha, dan komunitas terus digalakkan, untuk membangun sistem perlindungan anak yang terintegrasi. “Cahaya masa depan anak pertama kali dinyalakan dari rumah, tumbuh di sekolah, dan dikuatkan oleh lingkungan masyarakat. Masa depan Surabaya tidak hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur, atau pertumbuhan ekonomi, tetapi dari bagaimana kota ini memperlakukan anak-anaknya hari ini,” kata Isa Ansori, Jumat (24/7).

Ia menyebutkan, berbagai upaya penguatan Kota Layak Anak, yang dilakukan Pemkot itu harus diimbangi dengan kolaborasi lintas sektor. Sebab, menurut dia, perlindungan terhadap anak adalah tugas dan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah kota.

Baca juga  Pelaku Dugaan Pungli CFD Teridentifikasi, Wali Kota Uang Harus Dikembalikan

Karena harus diakui, lanjut Isa, bahwa berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, perundungan, eksploitasi, kekerasan seksual, hingga tekanan psikologis masih terjadi. Meski demikian, menurut dia, hal tersebut bukan menjadi alasan para pemangku kebijakan dan masyarakat pesimis, justru dijadikan sebagai pengingat, bahwa perjuangan melindungi hak anak belum selesai.

“Perlindungan anak adalah pekerjaan tanpa garis akhir. Selama masih ada anak yang mengalami kekerasan, atau kehilangan hak belajarnya, perjuangan belum selesai. Keberhasilan menyelamatkan satu anak, adalah harapan bagi masa depan bangsa,” sebutnya.

Oleh karena itu, Isa menambahkan, Pemkot Surabaya harus terus menjadi penggerak utama, melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak ke depannya. Selain itu, juga memperkuat layanan perlindungan, pendidikan, kesehatan, ruang bermain, serta memastikan setiap pembangunan, selalu melihat dari perspektif hak-hak anak.

Baca juga  Dorong Gaya Hidup Sehat Brida Surabaya Kembangkan Game Web

“Pada akhirnya, Surabaya Hebat bukan hanya diukur dari gedung-gedung yang menjulang, jalan yang semakin baik, atau pertumbuhan ekonominya. Surabaya Hebat, diukur dari senyum anak-anaknya, dari rasa aman yang mereka rasakan, dari kesempatan yang mereka peroleh untuk bermimpi, serta dari keberanian seluruh masyarakat, untuk berdiri bersama melindungi mereka,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *