Kemenag Terbitkan SE, Madrasah dan Pesantren Terdampak Abu Vulkanik Boleh Belajar Daring

Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada lembaga pendidikan Islam yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi beberapa gunung berapi.

SE yang ditetapkan di Jakarta pada 7 September 2026 dan ditandatangani Dirjen Pendis Suyitno itu mengatur Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, Satuan Pendidikan Keagamaan Islam, hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

“Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengubah jam masuk dan pulang, mengurangi durasi pembelajaran tatap muka atau pengajian, memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman, membatasi kegiatan di luar ruangan, hingga mengalihkan pembelajaran sementara ke pembelajaran jarak jauh. Apabila kondisi dinilai tidak aman, kegiatan tatap muka dapat dihentikan sementara,” ujar Suyitno, Senin (7/9/2026).

Baca juga  Donasi Muhammadiyah untuk NTT Terhimpun Rp6 Miliar dan Bantu 7.225 Penyintas

Selain penyesuaian pembelajaran, pimpinan satuan pendidikan Islam wajib memastikan sarana dan prasarana dibersihkan dari paparan abu vulkanik serta menyediakan masker. Masker yang dianjurkan yakni N95, KN95, KF94, FFP2, atau masker medis sebagai pengganti sementara.

“Warga satuan pendidikan Islam juga diimbau menggunakan pakaian tertutup dan pelindung mata apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Jika terdapat warga satuan pendidikan Islam yang mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas, nyeri dada, atau mata nyeri dan merah, pimpinan satuan pendidikan Islam diminta merujuk yang bersangkutan ke puskesmas atau rumah sakit,” ungkapnya.

SE ini juga meminta pimpinan menyampaikan informasi penyesuaian secara jelas kepada siswa, orang tua, pendidik, dan tenaga kependidikan agar tidak menimbulkan kepanikan, serta bersumber dari informasi resmi.

Baca juga  Gus Kikin Percepat Pembentukan Struktur PBNU Hasil Muktamar Ke-35, Target 1 Bulan

“Kegiatan pembelajaran secara normal dapat dilaksanakan kembali setelah kondisi dinyatakan aman oleh instansi yang berwenang,” tutur Suyitno.

Sebagai informasi, dalam sepekan ini beberapa gunung erupsi. Selain Gunung Anak Krakatau di Banten, ada Gunung Ibu di Maluku Utara, Semeru di Jawa Timur, dan Ili Lewotolok di Lembata, NTT.

“Kita berdoa semoga erupsi gunung berapi segera mereda dan keadaan kembali kondusif. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya,” harap Suyitno. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *