Labschool Unesa Lepas Siswa Ikuti Program Sister School dan Pre-University di Thailand

Direktur Labschool Unesa, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., resmi melepas 10 siswa Labschool Unesa untuk bertolak ke Thailand pada Senin (14/9/2026) di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Para siswa dijadwalkan mengikuti program Sister School dan Pre-University Class di Khon Kaen University (KKU), Thailand, selama 10 hari, tepatnya dari tanggal 14 hingga 23 September 2026.
Prof Sujarwanto menjelaskan bahwa delegasi kali ini terdiri dari siswa jenjang SMP dan SMA dengan agenda kegiatan yang berbeda. Siswa SMP akan mengikuti kegiatan sit-in atau pembelajaran langsung di kelas sekolah internasional tingkat SMP di bawah naungan KKU.

Sementara itu, siswa SMA akan mengikuti Pre-University Class dengan membaur dalam perkuliahan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Khon Kaen University.
“Khon Kaen University dipilih karena merupakan mitra lama kami. Ini adalah program tahunan (annual) yang didasari oleh MoU yang sudah berjalan lama. Harapannya, kerja sama Sister School ini bisa terus berlanjut,” ujar Sujarwanto.

Ia menambahkan bahwa program internasional ini dibuka secara umum berdasarkan peminatan siswa. Khusus pada keberangkatan kali ini, beberapa siswa di antaranya merupakan peraih juara Robot Internasional yang mendapatkan penghargaan (reward) gratis untuk mengikuti program tersebut. Ke depan, Labschool Unesa juga tengah menyiapkan gelombang (batch) berikutnya untuk program ke Australia (Newcastle University) dan Tiongkok.

Antusiasme tinggi datang dari para siswa yang berangkat. Syahira Angelyn Pramudita, siswi kelas 8 SMP Labschool Unesa, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya belajar di luar negeri. Ia sangat tertarik untuk mempelajari sistem pendidikan dan kebudayaan di Thailand agar bisa diterapkan saat kembali ke tanah air.

Senada dengan Syahira, Evan Beck Nararia, siswa kelas 12 SMA Labschool Unesa, juga mengaku sangat bersemangat. “Ini pengalaman pertama saya. Persiapannya melakukan riset mandiri tentang budaya dan pendidikan di Thailand. Saya ingin tahu bagaimana sistem pembelajaran di luar negeri sebagai bekal untuk diterapkan saat jenjang kuliah nanti,” ungkap Evan.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari para wali murid. Titasari, orang tua dari Putra Agha Sena (siswa kelas 10 SMA Labschool), menilai program ini sangat positif untuk memperluas wawasan, melatih kepribadian, serta mempelajari kedisiplinan dan kebersihan di luar negeri.

“Sebagai orang tua, saya mendukung penuh dari segi doa maupun finansial. Saya juga berpesan kepada anak agar selalu menjaga sopan santun dan bisa membawa pulang cerita baik mengenai pendidikan serta lingkungan sosial di sana,” pungkas Titasari. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *