Press "Enter" to skip to content

Tips Memilih Kehalalan Parcel Lebaran

Mendekati Hari Raya Idul Fitri, mayoritas umat Idlam berburu parcel lebaran untuk dibagikan ke tetangga, karyawan, saudara dan lainnya. Umumnya isi parcel tersebut berupa kue kering dalam toples, sirup dan bingkisan lainnya.

Tentu sebagai umat Islam harus cermat memilih parcel ini. Sebab parcel yang sudah dikemas dengan bermacam produk, kadang kita sulit melihat label halalnya.

KEMAS SENDIRI

Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI Osmena Gunawan mengakui memang sulit memilih parcel halal. Sebab ketika membeli, produk-produk sudah ada di dalam bungkusan. Maka kadang logo halal MUI tidak terlihat.

“Jadi umat Islam itu memang harus memastikannya dulu halalnya, kadaluarsanya juga. Kalau di dalam bungkusan parcel memang agak sulit,” ungkap dia kepada majalahnurani.com

Baca juga  Libatkan 3.500 Petugas, Masjidil Haram Dibersihkan Enam Kali Dalam Sehari

Menurut dia, jika perlu masyarakat perlu menanyakan isi di dalam parcel kepada penjualnya. Apakah produk tersebut halal atau tidak.

Selai itu, yang paling mudah dan bisa memastikan bahwa produknya halal, maka masyarakat bisa mengemas sendiri parcelnya.

“Karena dengan begitu kita bisa mengetahui produknya halal dan tanggal kadaluarsanya,” sambungnya.

Untuk itu, Osmena mengimbau agar umat Isam tidak hanya melihat kemasan luarnya saja. Tapi harus dipastikan bahwa parcel yang dibeli halal dan thayib.

“Jangan sampai parcel yang kita berikan ternyata bahannya haram,” sarannya.

TANGGAL KADALUARSA

Pendiri Halal Corner Aisyah Maharani memberikan tips memilih parcel lebaran. Menurut dia, yang pertama perlu dilihat ketika membeli parcel yakni logo halalnya.

Baca juga  Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rencana Dana Haji Untuk Corona

“Lihat apakah produknya bersertifikat halal atau tidak, juga expired datenya,” tuturnya Rabu (30/5/2018).

Bagaimana jika hanya melihat komposisi bahannya untuk memastikan halal tidaknya? Menurut Aisyah, bisa saja hanya dengan melihat bahan dari komposisi produk. Tapi standar pemenuhan halal bukan hanya satu poin yaitu bahan baku saja.

“Tapi keseluruhan proses yang menghasilkan produk tersebut,” ungkapnya.

Dipaparkannya, seluruh proses itu mulai dari bahan baku datang. Proses produksi, gudang bahan baku, distribusi dan sistem yang menjamin halalnya produk di produsen.

“Itu harus terjamin bebas dari material halal. Yang paling mudah membeli parcel ya melihat label halalnya,” tukasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *