by

SD Al Muslim Bikin Lomba Entrepreneurship

Senin, (1/10/2018) Sekolah Dasar Al Muslim mengadakan kegiatan Kids Entrepreneurship Day yang merupakan kegiatan rutin 3 bulan sekali.

Kegiatan ini  mengusung tema “Happy Kids Entrepreneurship Day” Smart, Fun and Healthy, Traditional Food and Cultures on National Batik`s Day.

Pada kegiatan ini, SD Al Muslim turut menyambut hari batik nasional.

“Tujuan untuk menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini kepada para siswa, mengembangkan kreativitas siswa dalam melakukan wirausaha, melatih siswa dalam hal kejujuran, inovasi, mengenalkan inovasi ragam batik nusantara, kebersihan, kemandirian, kerapian, dan cara mereka memasarkan produk,” ujar Ummuh Jazilah KepalaSD Al Muslim.

Ummuh menyampaikan, kegiatan ini untuk melatih siswa mengaplikasikan aspek-aspek leadership (mengenal diri, komunikasi, akhlak, proses belajar, membuat keputusan, mengatur dan bekerjasama), serta memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi berwirausaha.

DOA BERSAMA

Dalam rangka menyambut hari batik nasional, diawali dengan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan dilanjutkan lomba inovasi produk unggulan dan terampil dalam berjualan.

Baca juga  Relawan PII Salurkan Paket Sembako ke Masyarakat Terdampak Corona

Untuk kriteria lomba inovasi produk, meliputi inovasi produk berunsur tradisional, kreatiitas kostum batik peserta lomba, keunggulan, cara pengolahan produk dan presentasi.

Sedangkan untuk lomba promosi produk/terampil berjualan dinilai dengan kriteria penilaian seperti keterampilan berpromosi, kesehatan produk, persiapan barang yang dijual, keterampilan menghitung laba, rugi dan uang kembalian.

Sementara juri lomba merupakan juri undangan, yaitu perwakilan BPKS sekolah dan gugus mata pelajaran yayasan Al Muslim.

PRODUK SISWA

Potensi siswa dalam menjadi wirausaha sangat tampak ketika mereka menggunakan berbagai macam strategi pemasaran, seperti lip advertising, memasang poster produk, berkeliling menjajakan produk, memasang label harga pada produk, serta inovasi berbagai produk yang dijual.

 

Semangat dan antusiasme siswa memeriahkan kegiatan kids entrepreneurship day di luar ekspektasi bahwa para siswa memiliki ide kreatif untuk mengemas makanan tradisional menjadi makanan yang diminati konsumen.

“Produk yang dijual siswa merupakan hand made buatan para siswa sendiri saat pembelajaran leadership. Produk non makanan seperti bros, amplop, mainan, pembatas buku merupakan hasil karya yang idenya didapatkan melalui studi literatur saat PBM leadership,” tambah Wiji Agustin selaku penanggung jawab kegiatan.

Baca juga  Peduli Bencana, Amphuri Beri Bantuan Korban Banjir di Gowa

Produk yang dijual siswa sangat bervariasi, seperti bros, komik, alat tulis,  gelang, bando dan beberapa aksesoris lainnya, pembatas buku, makanan olahan seperti jagung susu keju (Jasuke), puding sedot, es susu, es buah, es jus, salad buah, roti bakar, pohong keju, batagor, cucur keju cokelat, serawut meses keju, jemblem sosis keju, pisang keju, kue tart klepon labu, dan lain-lain.

Para siswa yang memiliki bakat di bidang seni turut menyumbangkan lagu dan instrumen keyboard untuk mengiringi kegiatan dari awal sampai akhir untuk menghibur para siswa.

Harapan dari kegiatan ini ialah para siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang uang, bagaimana menghitung uang, menghitung kembalian, dan juga bisa menghitung laba.

Baca juga  Bupati Sidoarjo Membuka Ceremony Al Muslim Competition 2020 Futsal Bupati Cup

KEMBANGKAM KREATIFITAS

Selain itu, momentum dalam setiap event juga selalu berbeda, seperti momentum kali ini menyambut hari batik. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan para siswa mengenai ragam batik nusantara, menanamkan rasa cinta dalam memakai produk buatan indonesia, mengenalkan jajanan tradisonal, melestarikan jajanan tradisional dan menghargai perbedaan budaya setiap daerah sehingga dengan aksi yang kecil ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme/cinta tanah air dan semangat menerapkan nilai-nilai persatuan Indonesia.

“Kegiatan ini akan terus berkesinambungan dalam melatih siswa mengembangkan potensi berwirausaha, mengembangkan kreatifitas, berinovasi, menjadikan siswa lebih mandiri dan memiliki keterampilan hidup seperti Rasulullah SAW,” tandas dia. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed