by

PP Muhammadiyah Meminta Umat Islam Jangan Terpecah Belah

Dalam siaran pers yang diterima majalahnurani.com Kamis (35/10/2018), Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta semua pihak menahan diri dalam menyikapi kasus pembakaran bendera di Garut.

BERSIKAP TENANG

“Diimbau agar seluruh umat Islam dan warga bangsa dapat menahan diri dengan tetap bersikap tenang dan tidak berlebihan dalam menghadapi masalah yang sensitif ini,” tuturnya.

Haedar juga meminta kasus pembakaran bendera tersebut tak menjadikan umat Islam dan bangsa Indonesia tepecah-belah dan saling bertentangan satu sama lain.

“Kami mengimbau agar masyarakat menghindari aksi-aksi yang dapat menambah persoalan menjadi bertambah berat dan dapat memperluas suasana saling pertentangan di tubuh umat dan bangsa,” serunya.

Baca juga  Tertinggi Secara Nasional, Lonjakan Kasus Corona di Jatim Capai 128 Pasien

Menurutnya, beban bangsa Indonesia sungguh berat dengan berbagai masalah seperti korupsi dan kesulitan ekonomi, sehingga jangan ditambah dengan masalah baru.

JIWA IKHLAS

Untuk semua pihak, lanjut Haedar, perlu mengedepankan jiwa ikhlas untuk berusaha saling meminta maaf dan memberi maaaf satu sama lain berlandaskan spirit ukhuwah sebagaimana diajarkan dalam Islam.

Dia menjelaskan, semua komponen bangsa pada dasarnya mencintai Indonesia dan tidak ada satu pihak pun yang berhak mengklaim diri paling nasionalis.

“Khusus kepada warga dan seluruh jajaran di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah agar tidak melakukan aksi-aksi massa dalam merespons masalah pembakaran bendera tersebut,” sambungnya.

Haedar berpesan kepada pemerintah dan instansi terkait untuk dapat menyikapi dan menghadapi masalah ini dengan arif dan seksama.

Baca juga  Update Corona 13 Maret 2021: Bertambah 4.607, Total Positif Corona 1.414.741 Kasus

“Serta mencari solusi yang terbaik bagi keselamatan bangsa,” tandas dia. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed