by

PWNU Jatim Dorong Kadernya Berpartisipasi di Pesta Demokrasi

Rapat kerja (raker) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) masa khidmat 2018-2023, telah dibuka Sabtu (8/12/2018) sore.

Bertempat di Hotel Singgasana, telah hadir KH Miftahul Akhyar, KH Anwar Mansur, Gus Ali
KH Safrudin, KH Marzuki Mustamar, KH Abdurrahman Navis, dan Gus Ipul serta jajaran PWNU Jatim lainnya.

TAK BERPOLITIK

Saat memberikan sambutan, Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menandaskan jika NU secara kelembagaan tak akan berpolitik.

Namun, KH Marzuqi Mustamar mendorong kader NU untuk terus berpartisipasi aktif pada gelaran pesta demokrasi mendatang.

Dia menandaskan bahwa jika pada akhirnya ada kiai yang menyuarakan, itu bukanlah menjadi keputusan organisasi.
“Kita nggak akan melarang kader ini ke fulan. Kader itu ke fulan,” ungkapnya.

Baca juga  Beredar Tabung Oksigen Ikan Koi Bukan untuk Pasien Covid, Ini Penjelasan Polda Jatim

Meski demikian, KH Marzuki Mustamar tetap berharap ada kader NU yang menduduki jabatan strategis tertentu.

“Meskipun NU nggak berpolitik, NU marem (puas) kalau ada yang duduk di jabatan strategis,” jelasnya.

Tentunya hal itu diharapkan bisa bermanfaat bagi NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

SATU ABAD NU

Selain itu agenda raker seperti biasa dilakukan pascapemilihan dan pembentukan pengurus baru PWNU Jatim.

“Raker ini untuk menyepakati program yang dibuat,” lanjutnya.

Seperti pembahasan peran NU dalam penguatan agama, pendidikan, ekonomi, hingga pertanian. Termasuk, menyongsong satu abad keberadaan NU pada 2026 mendatang.

Kiai Marzuki juga memastikan bahwa raker ini tak akan banyak membahas terkait pemilu 2019 mendatang.

Baca juga  Alhamdulillah, Corona Baru di Jatim Turun Signifikan

“Bukan masuk agenda organisasi,” katanya.

Saat ini, ia tak memungkiri bahwa jelang menyongsong satu abad keberadaan ormas agama terbesar ini, NU memiliki beberapa tantangan. Di antaranya soal soliditas.

Dia memaparkan bahwa saat ini muncul pluralitas di dalam NU. Hal itu menjadi komitmen kiai untuk menyolidkan kembali.

Sekalipun kader NU memiliki perbedaan profesi, KH Marzuki yakin bahwa akidah, ideologi, visi misi, dan loyalitas masih sama.

“Itu yang pokok. Sekalipun ada kekuatan luar biasa dari luar NU, mulai dari kekuatan politik hingga finansial,” tandasnya. 01/Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed