Press "Enter" to skip to content

Rakernas Evaluasi Haji, Kemenag Tingkatkan Layanan Bimbingan Haji

Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1440 H/2019 M.

Menurutnya saatnya dilakukan peningkatan layanan haji dalam hal bimbingan ibadah. Setelah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam layanan akomodasi, transportasi, konsumsi bahkan kesehatan, tiba gilirannya prioritas peningkatan dialihkan pada layanan yang tidak kalah penting dan justru menjadi jantung dari ibadah haji itu sendiri.

“Yakni layanan bimbingan ibadah,” kata Nizar kepada majalahnurani.com Kamis (10/20/2019).

Dia menilai jamaah haji Indonesia tidak hanya akan mendapatkan layanan terbaik dari hal-hal yang sifatnya layanan fisik dan teknis, namun juga layanan yang bersifat substantif.

Manajemen Penyelenggaraan

Untuk itulah kemudian Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1440 H/2019 M yang melibatkan seluruh elemen yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.

“Agar berbagai bentuk layanan kepada jemaah dapat terus meningkat, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah selaku pengemban amanah, terus berupaya melakukan penyempurnaan kebijakan, sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Seperti diketahui Rakernas ini diselenggarakan selama tiga hari, 8-10 Oktober 2019.

Peningkatan Kualitas

Demi kemabruran jamaah haji, sebelumnya Menag Lukman menjelaskan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya jamaah haji Indonesia yang jumlahnya terbanyak setiap tahunnya diharapkan memiliki dampak sosial yang positif juga sepulangnya ke tanah air.

Untuk itu, ia pun mencanangkan 2020 menjadi tahun Peningkatan kualitas manasik haji. Untuk itu, jemaaah perlu memiliki pengetahuan lengkap tentang pelaksanaan haji.

Menag menjelaskan pengetahuan haji tidak hanya kaifiyah manasik saja tapi juga soal filosofi haji. Menurutnya ada makna lebih mendalam mengenai manasik haji seperti tawaf, sai dan wukuf haji.

Sehingga setiap jamaah haji setelah berhaji wawasannya bertambah. Kemabruran harus mewujud meningkatkan kulaitas mansik haji sehingga kedepannya juga berkorelasi positif untuk kualitas bangsa keseluruhan.

“Kita ingin ada peningkatan setelah hal-hal yang bersifat fisik, maka kita harus menambah kualitas penyelenggaraan ini dengan kepuasan non fisik,” tandas Menag. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *