Sabaya, Sekolah Alam Surabaya: Bernuansa Alam, Kembangkan Akhlakul Karimah pada Anak

Salah satu pendidikan non formal terbaik di Surabaya yakni Sekolah Alam Surabaya. Sekolah yang dikenal dengan sebutan SABAYA Talent-Based School ini memiliki konsep alam.

Tingkatkan Prestasi

Beralamat di Jalan Kramat Gantung 15 Surabaya dengan nomor telepon 03199243678, Sabaya kian diminati orang tua lantaran sekolah ini mampu membuat anak senang dalam proses belajarnya.

Saat diwawancara majalahnurani.com, Kepala Sabaya Agus AF mengakui jika Sabaya ini dibangun dan dikelola oleh orang yang sangat peduli dengan pendidikan dan alam.

Misalnya saja ruang belajar yang langsung di alam terbuka.

“Jadi Sabaya ini memang menghadirkan metode pembelajaran yang berbeda dari lembaga lain. Memang dibatasi untuk satu kelasnya,” ungkap Agus.

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berikan Beasiswa Tahfidz untuk Siswa

Menurut Agus, waktu belajar dan tempat belajar yang fleksibel, membuat anak tidak jenuh dengan suasananya.
Tentu disesuaikan dengan kebutuhan proses pembelajaran.

“Penanganan terhadap siswa akan lebih optimal, karena jumlah dalam satu kelasnya maksimal adalah 10 siswa,” jelasnya.

Salah satu tujuan Sabaya membentuk anak berkepribadian Akhlakul Karimah yakni menyatukan siswa dengan alam.

Agus meyakini bahwa pembentukan dan pengembangan karakter yang baik yakni dengan mendekatkan anak dengan alam.

“Jadi bisa meningkatkan prestasi belajar siswa sesuai dengan bakatnya. Menumbuhkan dan memberdayakan kepribadian siswa yang selaras dengan lingkungan sosialnya,” tuturnya.

Empat Metode

Seperti diketahui bahwa di Sabaya ada dua jenjang pendidikan. Jenjang dasar untuk usia 6 – 12 tahun, dan jenjang menengah untuk usia 12-17 tahun.

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berikan Beasiswa Tahfidz untuk Siswa

Dalam proses belajar di SABAYA Talent-Based School, siswa bisa full belajar di SABAYA, atau siswa bisa tetap melakukan belajar di sekolah umum dan melakukan proses belajar di SABAYA setelah mereka selesai belajar di Sekolah Umum.

“Ada empat macam metode di Sabaya. Project Base Learning Kemudian problem Base Learning yang mana pembelajaran berbasis masalah). Cooperative Learning dan Contectual Teaching and Learning,” pungkasnya. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *