SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar Seminar Edukasi 2020 dengan tema Penguatan Kapasitas Guru Dalam Implementasi Kebijakan Kemendikbud, pada Selasa (25/2/2020) di Hotel Ibis Surabaya.
Memberi Pencerahan
Seminar yang diikuti 70 Kepala SMP mulai dari Surabaya, Gresik Sidoarjo ini membahas soal kebijakan Kemendikbud yakni Merdeka Belajar. Sebab mulai tahun 2021, kebijakan merdeka belajar tersebut akan ditangani sepenuhnya oleh pihak sekolah.
“Jadi seminar ini memberikan pencerahan kepada kepala sekolah atau guru untuk menyiapkan atau menerapkan kebijakan merdeka belajar. Seperti nanti tidak ada Unas atau UNBK,” ujar Kepala Smamda Surabaya Astajab MM.

Menurut Astajab, seminar ini merupakan langkah Smamda mengikuti dan menyiapkan semuanya setelah kebijakan merdeka belajar diputuskan Kemendikbud.
“Mulai menyiapkan pihak sekolah dari guru, murid. Kemudian penguatan karakter. Jadi sekolah harus eksis dan diminati masyarakat,” sambungnya.
Soal Moral
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Surabaya Sidoarjo Dr Sukaryanto MSi mengapresiasi seminar Smamda Surabaya ini.
Menurutnya, salah satu pos yang disampaikan pada seminar tersebut yakni soal moral.
“Idealnya, kita ingin sekolah-sekolah kuat seperti Smamda Surabaya. Namun sayang tidak banyak yang seperti ini,” sambungnya.
Ide Kreatif
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki mengaku bahwa seminar ini penting. Selain itu, pelatihan-pelatihan juga perlu diupayakan.
“Muatan kapasitas guru ya melalui pelatihan,” ujarnya.
Dari pengamatanya, guru-guru di Indonesia belum cukup mempunyai ide kreatif menjadikan anak mempunyai inisiatif.
“Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan terus menerus. Agar guru bisa menjadikan anak inisiatif sendiri. Sebab sejauh ini belum ada ujian tanpa diawasi dan anak anak jujur tidak nyontek. Dengan diawasi baru anak menjadi disiplin,” tegasnya.01/ Bagus






