Ulama Serukan Doa dan Shalawat Tangkal Corona

Para ulama dan ormas Islam terus menyerukan agar umat Islam menggelar doa bersama dan bershalawat agar Allah menjauhkan dari wabah penyakit virus Corona.

Dzikir

Seperti imbauan Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am Sholeh yang mengajak masyarakat memperbanyak doa dan zikir untuk keselamatan diri dan bangsa dengan adanya virus Corona.

“Mari kita memperbanyak doa dan dzikir untuk keselamatan diri dan bangsa,” ungkapnya kepada Majalah Nurani Indonesia, awal Maret lalu.

MUI juga meminta masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, berempati, dan berkontribusi dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara paripurna dengan langkah preventif.

“Langkah preventif yang dilakukan harus lah terukur dan jangan sampai menimbulkan kepanikan yang bisa kontraproduktif dan berdampak buruk. Setiap individu muslim punya tanggung jawab menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit,” sambungnya.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menyebut virus korona termasuk makhuk yang Allah ciptakan. Namun, menurut dia, Allah menciptakan segala sesuatu itu tidak mungkin sia-sia.

“Karena itu bagi kita orang mukmin, selain berupaya sungguh-sungguh untuk menghindar dari wabah penyakit itu kita juga harus berdoa kepada Allah Swt. Karena doa itu adalah senjatanya orang mukmin. Selain berdoa, juga harus memperbanyak shalawat dan bersedekah,” jelasnya.

Dia pun mengajak kepada umat Islam untuk memahami adanya musibah virus corona tersebut dalam kerangka keimanan. Misalnya, jika melakukan banyak maksiat, maka musibah itu harus dijadikan evaluasi agar berhenti berbuat maksiat.

“Kalau kita beriman, mudah-mudahan itu menambah dan menaikkan derajat keimanan kita. Dan jika ketepatan kita lalai, jadikan itu sebagai pengingat pada kita,” ucapnya.

Shalawat Thibbil Qulub

Sementara Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) melalui surat edaran mengimbau agar Nahdliyyin menggelar doa bersama dan pembacaan Shalawat Thibbil Qulub.

Doa bersama dan pembacaan shalawat dilakukan sebagai respons masuknya virus corona ke Indonesia.    Pembacaan doa dan shalawat dipimpin Wakil Ketua Lembaga Dakwan Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Misbachul Munir menjelaskan bahwa apa yang terjadi ini merupakan kehendak Allah SWT.

Dia mengingatkan bahwa penyakit memang ada obatnya. Namun tak hanya mengandalkan zohir saja, melainkan juga dengan doa.

“Karena meminta pengobatan dengan doa minta kepada Allah, juga bentuk ikhtiar yang wajib dilakukan,” tandasnya.

Sering Wudhu

Demikian juga dengan PP Muhammadiyah yang menyerukan umat Islam agar hidup bersih sesuai dengan syariat Islam.

“Mari taatilah syariat yang sudah Allah tetapkan sedemikian mulia, baik dari sisi menjaga kebersihan, mencuci tangan, sering berwudhu,” katanya.

Kiai Muhyidin juga menyarankan agar umat Islam menghindari makanan yang dilarang oleh agama, serta selalu memasak makanan yang akan dikonsumsinya.

“Hindarilah makan makanan yang dilarang. Artinya, memasak terlebih dahulu sehingga lebih sehat dan higenis,” ucapnya.

Di samping harus menjaga kesehatan sesuai dengan syariat, menurut dia, masyarakat Indonesia juga harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kita tidak bisa hindari untuk menyalahkan siapapun juga karena itu adalah wabah, itu adalah virus. Kalau memang sudah berkembang di situ maka kita harus meningkatkan daya pertahanan tubuh kita, imunitas kita, makanan yang bergizi,” tegasnya.01/ Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *