Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meyatakan belasungkawa atas meninggalnya warga yang terkena wabah Corona.
Muhammadiyah juga membuat surat maklumat untuk menindaklanjuti perkembangan wabah penyebaran virus corona di Indonesia. Dalam surat bernomor 02/MLM/I.0/H/2020 itu, Muhammadiyah mengatur soal kegiatan beribadah seperti shalat berjamaah dan shalat Jumat
“Bagi yang sakit disarankan untuk beribadah di rumah. Apabila dipandang darurat, pelaksanaan shalat Jumat dapat diganti dengan shalat Zuhur di rumah, dan pelaksanaan shalat berjamaah dapat dilakukan di rumah,” ujar maklumat yang ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Kegiatan-kegiatan di seluruh lingkungan Muhammadiyah yang melibatkan massa atau jumlah orang yang banyak seperti pengajian, seminar, pertemuan dan kegiatan sosial agar ditunda pelaksanaannya atau diselenggarakan dengan cara lain yang bersifat terbatas dan atau menggunakan teknologi informasi.
Penanganan Covid-19
Kegiatan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah yang dikoordinasikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan.
PP Muhammadiyah juga meminta Amal usaha kesehatan agar mempersiapkan penanganan covid-19 yang sejalan dengan protokol Kementerian Kesehatan dalam koordinasi Majelis Pembina Kesehatan Umum yang bersinergi dengan majelis, lembaga, organisasi otonom, dan amal usaha lain. Sebab, PP Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19.
Hidup Sehat
Seluruh warga Muhammadiyah juga diimbau meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan serta mengikuti protokol pencegahan covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Warga Muhammadiyah juga hendaknya membatasi bepergian ke tempat dan kegiatan yang berisiko terjadi penularan covid-19,” tegasnya. 01/ Bagus












