Dalam menghadapi virus Corona, umat islam hendaknya juga senantiasa bersungguh-sungguh dan penuh keyakinan dalam berdoa. Menurut KH Didin Hafidhuddin, ada pelajaran yang diambil dari tafsir surat Ash Shaffat (37) ayat 97 sampai dengan 101. Menurutnya, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kelima ayat tersebut.
Pertama bahwa setiap dakwah amar makruf nahyi munkar akan selalu ada tantangan. Contohnya, seperti yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim. “Tetapi Allah Swt pasti menolong dan menyelamatkan hamba Nya yang menolong agama Nya,” kata Kiai Didin, Ahad (23/3).
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim selalu berdoa kepada Allah Swt dengan penuh kesungguhan dan keyakinan agar dianugerahkan anak keturunan yang shalih. Dan doanya dikabulkan oleh Allah Swt dengan lahirnya Nabi Ismail dari rahim Iiti Hajar dan Nabi Ishaq dari Siti Sarah.
“Kita pun harus menjadikan doa dan permohonan kepada Allah Swt sebagai life style (gaya hidup) kita. Dalam segala persoalan dan masalah. Termasuk dalam menghadapi mewabahnya Covid 19 (virus Corona) sekarang ini,” ujar Kiai Didin.
“Mudah-mudahan Allah Swt mengabulkan segala doa dan permohonan kita. Mudah-mudahan Allah Swt akan menjaga kita semua dari berbagai musibah dan fitnah kehidupan. Mudah-mudahan Allah Swt akan menyembuhkan kembali saudara-saudara kita yang sakit sekarang ini. Dan bagi yang wafat mudah-mudahan Allah Swt menjadikannya mati Syahid. Amien ya Rabb,” tandasnya. . Yn












