Mulai Hari Ini, Kendaraan yang Lalui Suramadu akan Disemprot Disinfektan

Perkembangan penyebaran Covid-19 di Jatim telah mencapai 90 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 336 orang dengan status PDP, dan 5.071 orang berstatus ODP. Selain itu 13 orang dari total kasus positif dinyatakan sembuh dan tujuh orang meninggal dunia.

Untuk mengantisipasi meluasnya Corona, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur melakukan penyemprotan disinfektan drive thru di pintu keluar kawasan Madura atau di jembatan Suramadu mulai Ahad (29/3) sore. Penyemprotan disinfektan drive thru ini berlaku bagi kendaraan yang hendak keluar kawasan Madura.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Bahkan, pihaknya melakukan penyemprotan secara berlapis dengan melakukam pengecekan dan penyemprotan disinfektan kendaraan ke arah Madura dari Surabaya telah dilakukan sejak kamis (26/3) dan drive thru akan dimulai pada Senin sore ini (30/3).

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berikan Beasiswa Tahfidz untuk Siswa

“Kini, setiap kendaraan yang keluar maupun masuk ke kawasan Madura harus disemprot desinfektasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Langkah ini kita ambil supaya masyarakat mendapatkan pemeriksaan secara berlapis selain yang dilakukan di terminal kabupaten sebagai antisipasi pencegahan penyebaran covid-19,” ujar Khofifah dalam siaran pers, Senin (30/3)

Khofifah menyampaikan, saat ini di Pulau Madura sudah ada satu kasus positif covid-19, 309 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Khofifah menjelaskan, penyemprotan disinfektan ini berlaku tidak hanya pada mobil-mobil pribadi melainkam juga kendaraan umum seoerti angkot. Bahkan seluruh penumpang juga akan diminta turun untuk dicek suhu tubuhnya.

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berikan Beasiswa Tahfidz untuk Siswa

“Mobil yang melintas langsung disemprot secara sensorik. Jadi tidak manual hal ini agar lebih efektif dan lebih cepat, baik yang dari Surabaya akan ke Madura maupun sebaliknya. Lalu juga di pintu keluar masuk dari luar provinsi juga kita terapkan hal yang sama,” tegas Khofifah. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *