Menjadi Mukmin Cerdas Harapan Rasulullah

Bismillah…
Kawan, dalam hidup ini diperlukan kecerdasan. Kemampuan untuk menentukan pilihan dengan cermat dan tepat. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berfikir cerdas. Melakukan sesuatu bukan karena ikut ikutan, tetapi semua amalannya dilakukan karena faktor kepentingan yang lebih luas dan abadi yaitu akhirat. Siapakah mukmin yang cerdas menurut versi Rasulullah?

UTAMA & CERDAS
Rasulullah memberikan kedudukan lebih, kepada seorang mukmin yang afdhol atau utama dan seorang mukmin yang cerdas. Dalam hadisnya
Rasulullah bersabda:

أَفْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ
“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka semua adalah orang-orang cerdas (yang sesungguhnya).” (HR At-Tirmidzi)

KUNCI SURGA
Ternyata menurut Rasulullah mukmin yang paling utama adalah seorang yang paling baik akhlaknya. Memang dalam sebuah hadis, ketika Rasulullah ditanya tentang amalan apa yang banyak membuat manusia masuk surga maka Rasulullah menjawab Husnul khuluq yaitu orang yang akhlaknya baik. Akhlak yang baik kepada kedua orang tua, kerabat, teman, tetangga, teman kerja, dan sebagainya, ternyata itu mendapat posisi paling utama di hadapan Allah. Perilaku dan perkataan yang tidak menyakiti orang lain dan senantiasa berkata dan bertingkah laku yang baik menjadi kunci seseorang masuk surga .
Bahkan, meski ibadahnya baik tetapi lisannya senantiasa menyakiti tetangga dan orang lain, maka kata Rasulullah orang seperti ini tidak mendapat kebaikan apa apa dari puasa, sedekah, shalat malam dan ibadah lain yang sudah dilakukannya.

DZIKRUL MAUT
Allah berfirman bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Dan itu adalah sebuah kenyataan yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari hari. Tetapi anehnya tidak semua manusia ingat akan mati. Mati tidak perlu dijemput, apalagi ditakuti. Tetapi mati harus tetap diingat.
Orang yang senantiasa ingat akan kematian atau dzikrul maut ternyata menurut Rasulullah termasuk mukmin yang cerdas. Karena dengan senantiasa ingat mati, maka manusia pasti akan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Mengingat mati juga dapat membuat hati seseorang menjadi lembut dan tidak keras. Tidak sombong dan mudah mendapatkan hidayah. Sebagaimana sabda Rasulullah, hati itu berkarat seperti besi yang kena air. Untuk membersihkan hati yang berkarat adalah dengan banyak mengingat mati dan membaca Alquran.

MUKMIN CERDAS
Mukmin yang cerdas adalah seorang mukmin yang tidak mudah tergoda dengan kehidupan yang fana’ ini. Dia akan memanfaatkan kehidupan dunia sebagai media untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kekal di akhirat. Waktu waktunya juga dihiasi dengan beribadah dan banyak membaca Alquran karena dia tahu bahwa Alquran itu akan menjadi penolong atau pemberi safaat bagi pembacanya pada hari kiamat nanti, sebagaimana sabda
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam :

اقرأوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابه  (رواه مسلم)

“Bacalah Al-Quran, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.”(HR. Muslim).
Mari menjadi mukmin yang cerdas sebagaimana harapan Rasulullah. Mari kita manfaatkan kondisi negara yang sedang diuji wabah Corona ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan selalu berakhlak baik, fokus beribadah dan banyak membaca Alquran. Semoga bermanfaat.

(Nur Cahya Hadi, direktur majalah Nurani Indonesia dan TL Mina Wisata Islami Surabaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed