Jubir Covid-19: “Dilakukan Secara Protokol, Tidak Ada Lagi Alasan Masyarakat Tolak Jenazah Terjangkit Corona”

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyatakan tak ada alasan masyarakat takut dan menolak penguburan jenazah pasien terinfeksi virus corona. Menurut dia, protokol pengurusan jenazah yang meninggal dunia karena terjangkit virus corona telah dilakukan sesuai dengan protokol medis dan dilaksanakan oleh pihak-pihak terlatih.

Yurianto berkata bahwa proses penguburan jenazah yang meninggal dunia karena terjangkit virus corona juga telah dibuat berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 9 Tahun 2020.

“Pengurusan jenazah yang terpapar virus Covid-19 telah dilakukan sesuai protokol medis yang ada dan dilaksanakan oleh pihak-pihak yang telah terlatih dan berwenang untuk melakukan itu,” ujar Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu (11/4).
“Oleh karena itu, kami harap tidak ada lagi alasan oleh masyarakat untuk takut atau bahkan menolak tentang hal ini,” ujarnya.

Baca juga  ITS Kembangkan AERIS, Sistem Deteksi Wilayah Berisiko Demam Berdarah

Dia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melindungi semua masyarakat di tengah penyebaran Covid-19 saat ini. Menurut dia, orang-orang yang meninggal dunia karena terjangkit Covid-19 adalah sosok yang terpaksa gugur dalam melaksanakan tugas.

“Mereka adalah saudara kita yang terpaksa harus gugur dalam melaksanakan tugas. Mereka adalah keluarga kita yang karena penyakit ini harus menjadi korban dan meninggal, oleh karena itu kita hormati mereka,” tutur dia.

Yurianto pun menyampaikan ungkapan belasungkawa dari pemerintah terhadap korban meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19 yang jumlahnya per Sabtu (11/4) telah mencapai angka 327 jiwa.

Kata dia, sejumlah pemuka agama menyatakan bahwa orang-orang yang meninggal dunia karena terjangkit virus corona adalah pejuang yang syahid. Yurianto mengajak agar masyarakat bergotong-royong secara bersama-sama untuk menangani penyebaran Covid-19. Ym

Baca juga  ITS Kembangkan AERIS, Sistem Deteksi Wilayah Berisiko Demam Berdarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *