BPKH Salurkan Rp2,06 Triliun Nilai Manfaat Tahap I ke 5,7 Juta Jemaah Tunggu Haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai lebih dari Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jemaah haji reguler dan khusus yang masih dalam masa tunggu.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan penyaluran ini bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan dana haji agar manfaatnya dirasakan jemaah secara berkelanjutan.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana haji agar memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Fadlul di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dari total tersebut, sekitar Rp1,8 triliun disalurkan ke calon jemaah haji reguler. Rata-rata yang diterima Rp323.490 per orang. Sementara untuk haji khusus, totalnya 13,8 juta dolar AS atau rata-rata 61,61 dolar AS per orang. Besaran yang diterima tiap jemaah bisa berbeda tergantung masa tunggu masing-masing.

Baca juga  282 Calon Jemaah Umrah PT AAT Kembali Gagal Berangkat, Kemenhaj Lakukan Pengawasan Ketat

Fadlul menjelaskan, alokasi Nilai Manfaat Virtual Account NMVA ditetapkan berdasarkan pembahasan dan persetujuan DPR RI. Mekanisme yang sama juga berlaku untuk alokasi Nilai Manfaat yang mendukung Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji BPIH bagi jemaah yang berangkat tahun ini.

Menurutnya, penetapan alokasi harus mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat bagi jemaah berangkat dan jemaah tunggu, serta keberlanjutan pengelolaan keuangan haji.

“Alokasi Nilai Manfaat bagi jemaah yang berangkat dan jemaah yang masih menunggu harus dijaga secara proporsional. Ketika porsi untuk mendukung penyelenggaraan haji lebih besar, maka ruang alokasi untuk jemaah tunggu melalui NMVA menjadi lebih terbatas,” jelas Fadlul.

Ia menegaskan, keseimbangan ini penting agar dana haji tetap sehat. Dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan secara adil, baik oleh jemaah yang akan berangkat maupun yang masih menunggu giliran.

Baca juga  Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi Soal Haji di Tangerang, Apresiasi Dukungan Pemkab

“Kami terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana haji agar memberikan manfaat secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga kesehatan keuangan haji untuk memenuhi kebutuhan jemaah saat ini maupun di masa mendatang,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *