Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya selama 10 hari bisa dikatakan gagal.
Pasalnya sejak awal PSBB diterapkan, belum bisa menekan angka kasus virus corona.
Pasien Corona Terus Bertambah
Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengaku kasus positif Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Terdapat 44 kasus positif pada hari ketiga dan 58 kasus positif pada hari keempat penerapan PSBB.
Bahkan hari keenam di angka 59 kasus.
“Hari kesembilan turun 17 kasus,” kata Joni, Kamis malam (7/5/2020)
Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) di Surabaya juga naik. Hari kedua penerapan PSBB, ada 66 PDP.
Hari keempat sebanyak 33 PDP, hari kelima 45 PDP, hari ketujuh 56 PDP, hari kedelapan 67 PDP, dan hari kesepuluh 107 PDP.
Patuhi Aturan
Untuk orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah.
ODP pada hari kedua bertambah sebanyak 69 orang, hari keempat 102 orang, hari ketujuh 69 orang, hari kedelapan 70 orang, dan hari kesepuluh 56 orang.
“Penerapan PSBB Surabaya harus lebih intensif dengan dukungan TNI, Polri, dan dinas terkait. Selain itu, masyarakat juga harus disiplin mematuhi aturan PSBB,” sambungnya.
Menurut Joni, penegakkan di Surabaya perlu lebih serius dan ditekankan lagi.
“Masyarakat perlu meningkatkan disiplin dalam memberlakukan hidup bersih dan sehat,” urainya.
Tercatat ada 592 kasus positif Covid-19 di Surabaya hingga kemarin malam.
Sedangkan jumlah kasus positif di Jawa Timur sebanyak 1.265 kasus. Jumlah kasus positif di Surabaya hampir separuh dari kasus di Jawa Timur. 01/Bagus






