Press "Enter" to skip to content

Surat Edaran Dicabut, Shalat Idul Fitri di Al Akbar Batal

Surat edaran (SE) Sekdaprov Jatim tentang pelaksanaan shalat idul Fitri di Al Akbar dicabut. Dengan demikian rencana shalat Idul Fitri di masjid Al Akbar batal. SE Heru Tjahjono nomor 451/7809/012/2020 tertanggal 14 Mei 2020 tentang Imbauan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri yang ditujukan kepada Ketua Badan Pelaksana Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya memang sempat menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.

“Siang tadi kami melakukan rapat bersama Kepala Biro Kessos, Kepala Biro Hukum, Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya Prof Dr KH M Ridwan Nasir, Ketua Badan Pengelola Masjid Al-Akbar Dr KH Soedjak, Bidang Tarbiyah Dr Hasan Ubaidillah, Dr M Koderi, KH Muhibbin Zuhri dan Humas Helmy, maka dengan hasil rapat tadi, kami mencabut surat nomor 451/7809/012/2020 tertanggal 14 Mei 2020 itu. Kami nyatakan surat itu telah ditinjau kembali dan tidak berlaku,” tegas Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/5) petang.

Baca juga  Kasihan, 19 Tenaga Kesehatan RSUD Bangil Terinveksi Corona

Pembatalan ini dikarenakan dengan belum turunnya angka penularan Covid-19 di Surabaya dan menghindari pro kontra di tengah masyarakat serta.
Diberitakan sebelumnya, Surat Sekdaprov Jatim yang membolehkan Salat Idul Fitri di Masjid Al Akbar Surabaya mendadak viral di sosial media sejak Jumat (15/5).

“Surat itu disesuaikan dan memperhatikan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, tanggal 13 Mei 2020 tentang Panduan Kaifiat (Tata Cara) dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19. Boleh dilaksanakan secara berjamaah asalkan tetap melaksanakan protokol kesehatan, dan tetap mencegah terjadinya penularan,” demikian bunyi SE ketika itu.
Adapun bunyi surat itu, bahwa Salat Idul Fitri, Takbir, Tahmid, Tasbih, serta aktivitas ibadah lainnya sebagai Ibadah di Bulan Ramadan boleh dilaksanakan berjamaah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga  Update Corona 14 September 2020: Jakarta-Jatim Tertinggi Kasus Corona Baru

Ada beberapa syarat yang disebutkan berkaitan pelaksanaan protokol kesehatan Salat Idul Fitri secara berjamaah di kawasan Covid-19, baik di tanah lapang, masjid, musala, rumah, atau di tempat lain.

Yakni, memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khutbah, melakukan cuci tangan dengan sabun serta air mengalir, menggunakan masker, pengecekan suhu badan dan pengaturan shaf serta jaga jarak 1,5 meter hingga 2 meter. (01/bagus)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *