Press "Enter" to skip to content

Idul Fitri 1441 H : Momentum Meraih Kemenangan Bebas Dari Covid 19

Oleh:
Dr. Amirsyah Tambunan
Wakil Sekjen MUI Pusat dan Sekjen ADI

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ

Mengawali khotbah yang singkat ini, saya mengajak seluruh keluarga di Indonesia yang secara konsisten tetap dirumah untuk menjaga, melindungi keluarga dari berbagai bahaya, seperti covid 19.

Allah berfirman dalam Qs. Attahrim ayat 6:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ qū anfusakum wa ahlīkum nāraw wa qụduhan-nāsu wal-ḥijāratu ‘alaihā malā`ikatun gilāẓun syidādul lā ya’ṣụnallāha mā amarahum wa yaf’alụna mā yu`marụn Terjemahan Arti: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Selaku khotib mengajak diri, kita semua marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Alah SWT. Menjalani perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Selanjutnya dalam situasi wabah Covid 19 marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya kepada kita, terutama pada hari ini kita merayakan Idul Fitri 1441 Hijriyah, dengan melaksanakan shalat Id di rumah ini.

Iidul Fitri bermakna kembali kepada fitrah karena telah berhasil berjuang mengendalikan nafsu selama satu bulan. Keberhasilan ini merupakan kemenangan yang harus kita jadikan momentum mencegah bahaya Covid 19 dengan berdisiplin melaksanakan protokol medis seperti tidak boleh berkumpul (berkerumun).

Hal ini disebabkan adanya wabah Covid-19. Sehingga mengharuskan kita untuk tidak melaksanakan shalat di tanah lapang atau masjid, sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MU).

BAITI JANATI

Sebagai insan yang beriman marilah kita bersama mengambil hikmah dari ujian Allah ini. Khususnya dalam rangka membangun keluarga kita agar mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Berkah umur atau usia, waktu, rezeki, dan berkah semua nikmat Allah yang beraneka ragam yang telah dikaruniakan kepada keluarga kita.

Dengan keberkahan itu semoga kita akan dijauhkan dari berbagai musibah dunia lebih-lebih musibah di akhirat.

Oleh karena itu marilah kita selalu bekerja sama, bersinergi untuk mencapai harapan bersama yaitu mencapai kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat. Insyaallah kita akan bertemu dan berkumpul lagi di surga al-Firdaus bersama-sama. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Baca juga  Update Positif Corona 21 Agustus: Bertambah 2.317, Total 149.408 Orang

Dengan bersinergi untuk mencapai kehidupan yang diridhai oleh Allah, diharapkan terbentuklah keluarga sebagaimana motto yang sering kita dengar yaitu baiti jannati, rumahku adalah surgaku.

Kita menyadari tidak mudah mewujudkan rumahku, sorgaku, karena banyak tantangan bagi kekuarga di era keterbukaan banyak infornasi yang merusak sendi keluarga. Informasi masuk tanpa pamit yang menyebabkan moral anak-anak menjadi rusak.

Untuk itu kita senantiasa ikhtiar, doa dan tawakkal untuk menjadikan rumah ini laksana surga di dunia, sehingga semua anggota keluarga menjadi betah dan kerasan di rumah bahkan lebih membahagiakan daripada tempat-tempat lainnya.

Tanpa adanya sinergi dari anggota keluarga, maka yang terjadi adalah bercerai-berai dalam rangka menempuh jalan-Nya.

Oleh sebab itu Allah SWT. mengingatkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.

.. وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (al-Maidah 2).

Sebagai hamba Allah kita sudah sepantasnya selalu beribadah kepada-Nya. Dan memang itulah tujuan utama dari diciptakannya manusia.

Kita lahir tanpa meminta bahwa bagian dari keluarga ini juga bukan karena permintaan siapa-siapa. Tetapi semua atas kehendak dan kasih sayang Allah kepada kita.

Allah telah menitipkan anak-anaknya tanpa bisa memilih siapa dan siapanya, berapa jumlah anaknya dan seterusnya. Semua merupakan takdir Allah.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ
وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Begitulah Allah menciptakan satu generasi dan berlanjut pada generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Yaitu kehancuran dunia ini dan seluruh isinya—sekaligus sebagai tanda berakhirnya kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Tiba waktunya manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang pernah dilakukan sewaktu menjalani kehidupannya di dunia ini. Tangung jawab eterhadap nikmat-nikmat yang sudah diberikan-Nya. Hanya dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya kita akan selamat.

Momentum idul Fitri bisa kita dijadikan kesempatan yang baik untuk bangkit meraih kemenangan dan menjadikan rumah ini laksana surga.

Bukan semata faktor indah dan luasnya bangunan rumah yang menjadikan rumah itu bisa dibangun laksana surga, akan tetapi hati yang lapanglah yang dapat mengantarkan penghuninya merasakan kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia.

Selama satu bulan bersama keluarga di rumah melaksanakan salat berjamaah, tadarus, menyakurkan infaq, sodaqoh semoga menjadi amal jariyah.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ.

Baca juga  Besok Masjidilharam Dibuka Kembali untuk Umrah

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda, ”Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kaya hati.” (Bukhari dan Muslim)

Sungguh bahagia merupakan pilihan, dalam keadaan bagaimanapun, akan bisa tetap merasa bahagia selama dalam ketaatan kepada-Nya. Selama yang kita tempuh adalah jalan keimanan dan bukan jalan nafsu.

Yaitu dengan selalu merasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Dan itulah memang sifat Allah ar-Rahman dan ar-Rahim. Walaupun kadang seolah keadaan tidak kondusif seperti sekarang ini, yakni terjadinya pandemi Covid-19.

POLA HIDUP SEHAT

Syawal sebagai bulan peningkatan amal hendaknya kita mampu bangkit bebas dari Covid 19 dengan pola membiasakan hidup 4 sehat 5 sempurna yakni : pertama, membiasakan pakai masker, kedua, rajin cuci tangan, ketiga jaga jarak (social and fisical distancing, keempat, olah raga (istrirahat, tidak panik) dan kelima makanan bergizi.

Ini merupakan bagian dari seorang mukmin akan selalu tetap bersangka baik (berhusnudldlan) kepada Allah, bahwa setiap masalah yang terjadi adalah bagian dari wujud kasih sayang Allah, sehingga selalu berusaha mendapatkan hikmah dari setiap peristiwa, baik yang menimpa orang lain, maupun yang menimpa diri sendiri.

Dan itulah pilihannya, karena kenyataan bukan untuk disesali tetapi yang lebih penting adalah harus dihadapi dengan terus berikhtiar, doa dan tawakkal. Sambil terus berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT wallahul musta’an dan Allah tempat kita memohon pertolongan.

Dalam menghadapi musibah, cobaan, sebaiknya kita memilih sikap tenang, bergembira dalam beragama, sehingga terhindar dari sakit hati, bahkan marah dengan keadaan yang kita lihat saat ini, karena mungkin tidak sesuai harapan kita, maka yang terjadi justru kita akan mengalami sakit, dan hal itu sama dengan kita menyiksa diri sendiri.

Maka pilihannya hanya satu sabar dan tawakkal untuk bersandar hanya kepada Allah SWT.

أَللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Yang sangat penting sebagaimana pesan Allah dalam al-Quran, adalah wajib kita dalam keluarga ini menjaga kedisiplinan dalam menegakkan shalat, sambil berusaha memahami apa yang kita baca. Disiplin dalam menahan diri sejak imsa’ hingga berbuka telah kita latih selama satu bulan, kiranya dapat menjadi kebiasaan berdisiplin dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Allah berfirman :

وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡئَلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaha: 132).

Itulah jaminan Allah adalah kebaikan bagi mereka yang bertakwa, yaitu selalu menegakkan shalat dan selalu bersabar dalam menegakkanya. Akibat baik akan didapatkan bagi orang yang bertakwa.

Baca juga  Rambu-Rambu Baru di Surabaya, Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak

Semoga puasa yang telah kita laksanakan juga dapat mengantarkan kita menjadikan diri kita termasuk hamba Allah yang bertakwa. Keluarga kita menjadi keluarga yang selalu berjuang untuk meraih kebahagiaan dunia sampai akhirat. Amin ya rabbal ‘alamin.

Marilah kita berdoa kepada Allah semoga kita selepas Ramadlan ini tetap diberikan istiqamah dalam rangka mengisi waktu kita dengan beribadah kepada Allah SWT.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آَلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آَلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .
اَللَّهُمَّ وَاشْفِ مَرَضَانَا وَمَرَضَى الْمُسْلِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِينَ.

Ya Allah, sembuhkanlah yang sakit di antara kami, dan juga yang sakit pada kaum muslimin, wahai tuhan semesta alam. Ya Allah ampunilah orang-orang yang telah meninggal di antara (keluarga) kami, dan juga kaum Muslimin.

اَللَّهُمَّ أَعِذْنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ إِبْلِيْسَ وَذُرِّيَّتِهِ وَجُنُوْدِهِ وَشَيَاطِينِهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ ، اَللَّهُمَّ أَعِذِ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ إِبْلِيْسَ وَذُرِّيَّتِهِ وَجُنُوْدِهِ وَشَيَاطِينِهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Ya Allah lindungilah kami, dan anak-anak keturunan kami dari Iblis dan keturunannya, pasukannya dan setan-setan wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah lindungilah kaum muslimin dari setan yang terkutuk yaitu Iblis dan keturunanya dan pasukannya wahai Tuhan semesta Alam, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بِلَادَنَا آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً رَخَاءً سَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ ، اَللَّهُمَّ آَمَنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ

Ya Allah jadikanlah negeri kami negeri yang aman sentiasa, aman, damai dan juga untuk seluruh negeri kaum muslimin, wahai Tuhan Semesta Alama, Ya Allah amankanlah dan jadikanlah baik negeri kami.

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kehidupan dunia yang baik, kehidupan akhirat yang baik. Dan jagalah kami dari api neraka.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

*) Khotbah Idul Fitri 1441 H dirumah bersama anak, menantu dan cucu tanggal 24 Mei 2020

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *