Press "Enter" to skip to content

Hilal Tak Nampak, Idul Fitri Hari Ahad

Dari beberapa rukyatul yang sudah disebar di beberapa daerah, tidak ada satupun yang bisa melihat hilal. Dengan demikian ramadhan digenapkan 30 dan 1 Syawal jatuh pada hari Ahad (24/5). Demikian kesimpulan dari hasil sidang isbat di gelar kemenag Jumat (22/5).

Astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya mengatakan, tidak ada kenampakan hilal awal Syawal 1441 Hijriah di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini, Jumat (22/5).
Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan posisi hilal jelang pada sidang isbat Awal Syawal 1441 Hijirah.

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” kata Cecep melalui siaran langsung Youtube Kemenag RI, Jumat.

Baca juga  Update Corona 28 Maret 2021: Bertambah 4.083, Total Positif Corona 1.496.085 Kasus

Dikatakan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik seluruh Indonesia.

Adapun penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.
“Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” ujar Cecep.

“Secara hisab, awal Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari ahad. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” lanjutnya.
Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, harus ada referensinya.

Berdasarkan data di Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441 Hijriah atau 29 Ramadhan yang bertepatan dengan 22 Mei 2020, secara astronomis tinggi hilal yaitu minus 4,00 derajat.
Jarak busur bulan dari matahari adalag 5,36 derajat, dan umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.

Baca juga  Alhamdulillah, Zona Merah Jatim Hanya Tersisa 11 Daerah

Sementara itu, kata Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) adalah minimal tinggi hilal dua derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima.

Oleh karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.
“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441 Hijriah pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,” ujar Cecep. (01)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *