Press "Enter" to skip to content

Jajanan Khas Idul Fitri Warga Malang

Selain dikenal sebagai kota Apel, ternyata Malang juga memiliki jajanan khas saat perayaan idul Fitri.

Jajanan ini seolah wajib disajikan dan disuguhkan kepada sanak saudara.

CENIL

Yang pertama ini yakni cenil. Cenil ini paling populer dikalangan masyarakat Malang. Bahkan saat ngabuburit di Malang, hampir setiap pedagang menjual cenil.

“Cenil ini dari tepung ketela pohon. Kemudian diberi pandan. Ada yang dicampur dengan durian,” ungkap Nefi yang selalu membuat cenil jelang lebaran, Jumat (22/5/2020).

Warna yang dipilih biasanya adalah warna-warna cerah seperti pink, hijau, atau kuning. Dan karena bahannya, cenil ini memiliki tekstur kenyal dan mudah dikunyah. Agar rasanya lebih nikmat, cenil ditaburi dengan kelapa parut kukus dan gula cair.

Baca juga  Lebih 32 Kg, Air Zamzam Bisa Dibawa Lewat Kargo

BRUBI

“Kemudian yang kedua Nogosari, atau Brubi,” urai Nefi.
Nogosari ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan. Memang kebanyakan orang menyebut kue tradisional satu ini dengan nama nogosari.

Tapi di kota Malang, jajanan ini lebih dikenal dengan nama brubi. Meski namanya berbeda, brubi dan nagasari adalah jajanan yang sama.

“Jadi di dalam bungkusan daun pisang, isinya ada kukusan pisang kepok. Rasanya legit. Dan sangat disukai anak-anak sampai orang tua,” terangnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *