Press "Enter" to skip to content

Cerita Para Menteri Berlebaran Secara Virtual

Lebaran kali ini sungguh tak biasa. Pasalnya semua tradisi lebaran berubah total. Mulai tradisi ziarah, halal bihalal, sungkeman dan lainnya.

KOLABORASI MELALUI TEKNOLOGI

Hal ini juga dirasakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia mengakui, ada yang berbeda dan serupa yang dilakukannya bersama 9 saudara/i-nya pada Idul Fitri 1441 Hijriah.

Tahun sebelumnya, Ani menghabiskan lebaran dengan ziarah dan membaca surat Ya Sin untuk almarhum orang tua diikuti dengan kumpul keluarga. Namun, kali ini semua dilakukan secara virtual.

“Tahun ini, kami tetap berkumpul untuk merayakan lebaran secara virtual dan kami tetap bernyanyi bersama lagu ‘Nasihat Eyang’. Kolaborasi melalui teknologi dan kreativitas, tali silaturahmi tetap dapat terjaga,” katanya diunggah di Instagram @smindrawati, Senin (25/5/2020).

Baca juga  Pergi ke Bank naik Angkot, Pensiunan Guru di Batu Dinyatakan PDP

BERDIAM DIRI

Serupa dengan yang dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Ida hanya mampu berdiam diri di rumah sembari memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk tetap bersilaturahmi dengan sanak saudara dan rekan-rekannya.

“Lebaran tahun ini sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada pertemuan. Tidak ada reuni. Tidak ada kumpul bersama. Semoga musibah wabah ini segera berlalu,” ungkapnya.

OPEN HOUSE VIRTUAL

Demikian juga yang dirasakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia hanya mampu menggelar open house virtual bersama dengan jajaran kementeriannya dan berbagai asosiasi industri di dalam negeri.

Agus menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan positif dalam menghadapi pandemi virus corona.

“Di tengah pandemi cCovid-19, kita tidak boleh menyerah dan tetap harus semangat menghadapi tantangan ini. Saya yakin kita bisa melaluinya,” tuturnya.

Baca juga  Kemenag Anjurkan Gunakan Toa Masjid untuk Sebarkan Informasi Corona

Agus menyampaikan segudang pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan demi mendukung kelangsungan industri manufaktur di tengah pandemi corona. Ia turut meminta kerja sama seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam menuntaskan PR negara tersebut. 

“Jika hanya membutuhkan tandatangan saya, mungkin bisa cepat. Namun, ada berbagai hal yang perlu diselesaikan lintas kementerian, sehingga membutuhkan waktu,” tegasnya.01/ Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *