Press "Enter" to skip to content

Bali Bersiap New Normal, Wisatawan Dihimbau Bertransaksi Non Tunai

Sektor pariwisata, hotel, transportasi, darat, laut dan udara, sangat rentan terhadap penularan virus Corona. Oleh karena itu, dalam penerapan new normal beberapa saat lagi, wisatawan diimbau membiasakan diri dengan transaksi nontunai lewat smartphone. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno, guna mencegah penyebaran Covid-19.


“Bank Indonesia Perwakilan Bali mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang akan memberlakukan ‘new normal’ (Normal Baru) di beberapa provinsi untuk menghidupkan kembali gairah perekonomian,” katanya, Jumat, 29 Mei 2020.


Khusus untuk Bali, apabila pemerintah menerapkan “New Normal”, pihaknya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap munculnya penularan Covid-19, karena akan mulai normal dan wisatawan akan menikmati liburan ke Pulau Bali.

Baca juga  PBNU-Muhammadiyah Sepakat Sudahi Polemik Pembakaran Bendera di Garut


Untuk itu, wisatawan yang datang ke Bali dianjurkan menggunakan transaksi dengan cara nontunai melalui smartphone yang dikoneksikan melalui ‘Quick Response code Indonesia Standards (QRIS). Cara ini bertujuan mengurangi interaksi dengan manusia ke manusia untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Trisno Nugroho menjelaskan perekonomian di Bali mengalami perlambatan pada triwulan pertama dengan angka 1,4 persen, namun pihaknya optimistis pada 2021, ekonomi di Pulau Dewata akan perlahan pulih.


Menurut dia, kunjungan wisman sempat meningkat di Bali pada triwulan I 2020, namun pertumbuhan kunjungan wisman menurun tajam di penghujung triwulan I 2020.


“Hal ini menjadi penyebab kontraksi pada komponen ekspor jasa. Bali merupakan daerah yang paling terdampak dari turunnya kunjungan wisman tersebut,” katanya.

Baca juga  Muhammadiyah Berduka Atas Wafatnya Bahtiar Effendi


Ia menambahkan akumulasi “inbound” wisman periode Januari-Maret 2020 mengalami kontraksi sebesar 21,82 persen (yoy) dengan penurunan terdalam pada wisman asal Tiongkok sebesar -64,24 persen (yoy).


“Menyambut new normal, mari kita jaga Bali dengan menjadikannya lebih baik, tidak hanya di mata Indonesia, melainkan juga di mata dunia,” katanya. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *