Press "Enter" to skip to content

Ketika Menteri Terawan Dianggap ‘Balas Dendam’

Belum selesai heboh soal pemilihan Dirut TVRI dan teror pembunuhan di seminar UGM, kini muncul lagi heboh yang dibuat oleh menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto. Tanpa sebab yang jelas dia menarik dr Prijo Sidipratomo dari jabatan dekan salah satu fakultas di Universitas Pembangunan Nasional atau UPN Veteran Jakarta. Terawan sendiri langsung menyurati pihak UPN terkait penarikan itu.


Isi surat yang disampaikan Terawan adalah menarik Dr dr Prijo Sidipratomo mengacu kepada kebutuhan organisasi UPT pada Kementerian Kesehatan terhadap dokter pendidik klinis, khususnya dokter sub-spesialis konsulen radiologi. Diketahui, dr Prijo adalah dokter spesialis radiologi.

AROMA BALAS DENDAM
Dr. dr. Prijo memiliki nama lengkap Prijo Sidipratomo, Sp Rad, kelahiran 11 Maret 1958, dia adalah mantan Ketua Umum IDI periode 2009-2012. Dokter spesialis radiologi ini merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Baca juga  Ucapan Tito "Jenazah Corona Dibakar" Disoal, ini Penjelasan Kemendagri


Pada tahun 2015-2018, dr Prijo menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI. Saat tahun 2018, MKEK IDI menarik perhatian publik karena menjatuhkan rekomendasi sanksi pemecatan kepada Terawan yang saat itu masih menjabat sebagai dokter di RSPAD.

Pemecatan ini berkaitan metode penyembuhan stroke, yaitu ‘cuci otak’.
MKEK IDI pernah menjatuhkan sanksi berupa pencabutan keanggotaan IDI selama 12 bulan dan mencabut rekomendasi izin praktik Terawan. Prijo kala itu pernah memanggil Terawan untuk di sidang dan memberi klarifikasi tentang metode ‘cuci otak’, namun Terawan tak pernah datang.

DITARIK DARI
UPN VETERAN
Rektor UPN Veteran Jakarta Erna Hernawati, membenarkan pihaknya menerima surat dari Menkes Terawan. Erna mengatakan surat itu diberi cap kementerian kesehatan dan isinya permohonan penarikan dr Prijo.
“Surat yang saya terima, ada cap kementerian. Tapi isinya sama,” kata Erna saat dikonfirmasi ahad (31/5).

Baca juga  Panduan New Normal Saat Bekerja di Situasi Pandemi


Terkait status dr Prijo, Erna mengatakan dr Prijo masih menjalankan tugasnya sebagai dekan. Karena, UPN baru menerima surat Terawan.
“Saat ini masih dr Priyo masih efektif sebagai Dekan FK UPNVJ. UPN baru menerima surat penarikan,” ujar Erna.
Dikatakan, isi surat tersebut tidak menjelaskan secara spesifik di mana Prijo akan ditempatkan di Kemenkes. Dia bilang surat itu hanya menjelaskan ada kebutuhan dari Kemenkes. “Kalau dalam surat alasannya untuk ditempatkan di UPT-nya,” kata dia.
Benarkah pencopotan ini ada muatan politis dan aroma ‘balas dendamnya’? Ikuti terus perkembangan beritanya. (01)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *