Press "Enter" to skip to content

New Normal di Malang, Mal dan Hotel Mulai Buka

Mulai hari ini, Senin (1/6/2020) Kota Malang menjalani fase transisi new normal. Transisi ini ditandai dengan pembukaan mal, pusat perbelanjaan, gedung bioskop, hotel, kegiatan ibadah hingga lembaga pendidikan.

PENYEMPROTAN DESINFEKTAN

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji fase transisi berlaku selama 7 hari.

Dia mengatakan, pembukaan mal ataupun pusat perbelanjaan akan mengacu pada protokol COVID-19.

“Seperti penyemprotan desinfektan secara berkala, penyediaan hand sanitizer sampai dengan tempat cuci tangan,” ujarnya Senin (1/6/2020)

Sementara untuk kasir wajib memakai face shield mask, sarung tangan untuk menghindari transmisi uang. Kapasitas sendiri diwajibkan hanya 50 persen dari seluruh fasilitas yang ada.

Di Pasal 21 Perwali 19 Tahun 2020 mal, pusat perbelanjaan dan swalayan mulai buka pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB, diwajibkan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala.

Baca juga  Bawaslu Sayangkan 71 Bapaslon Tak Serahkan Hasil Tes PCR

“Untuk gedung bioskop wajib setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan, karena areanya rawan,” terang Sutiaji.

KAPASITAS

Sedangkan kapasitas mal, pusat perbelanjaan maupun swalayan, hotel serta tempat hiburan seperti gedung bioskop menerapkan pembatasan jumlah pengunjung atau 35 persen dari jumlah kunjungan pada saat kondisi normal.

Sedangkan tempat karaoke masih tutup. Jumlah pengunjung akan dibatasi untuk di mal ataupun pusat perbelanjaan sesuai dengan Perwali 19 Tahun 2020.

BELAJAR DI RUMAH

Sutiaji melanjutkan, untuk lembaga pendidikan yang sebenarnya mulai masuk pada 1 Juni 2020 masih akan diterapkan sistem pembelajaran di rumah atau daring.

Pemerintah Kota Malang tengah memikirkan sistem belajar mengajar yang diikuti separuh dari jumlah pelajar.

Baca juga  May Day, 2 Juta Buruh Di-PHK

“Ada rencana diterapkan separuh-paruh, tetapi bahwa banyak masukan kepada kami untuk tetap belajar di rumah. Dan akan kami pantau efektivitasnya, karena belum terbiasa belajar di rumah,” tambah Sutiaji.

Sutiaji pun berpkir mengedukasi para pelajar tentang pencegahan COVID-19. Harapannya, para pelajar kembali bisa memviralkan dan menularkan kepada keluarga di rumah.

“Kita SD dan SMP punya sekitar 125 sampai 130 pelajar, ketika separuh diedukasi protokol COVID-19 nanti bisa diviralkan dan disampaikan kepada orang tua masing-masing. Jika diterapkan kembali masuk sekolah dengan jumlah separuh,” tandasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *