Press "Enter" to skip to content

Ade Armando Hina Din Syamsuddin, DPR: Cari Sensasi

Saleh Partaonan Daulay

Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menanggapi penghinaan Ade Armando di media sosial soal diskusi Webinar Nasional yang digelar ‘Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah dan Kolegium Jurist Institute (KJI). 

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” tulis Ade Armando di akun Facebook miliknya, Senin (1/6/2020).

USIL

Menurut Saleh, sikap Ade terlalu usil dan banyak mencampuri urusan orang.

“Kelihatannya dia mau membela pemerintah, tetapi tidak jelas apa posisinya di dalam pemerintahan. Tidak jelas juga dia merepresentasikan siapa,” ujar Saleh.

Menurutnya, masyarakat tak perlu mendengar apa yang disampaikan Ade.

Baca juga  Mahasiswa UM Ciptakan Mesin Pensteril Uang Corona

Saleh menilai Ade juga  selalu mencari sensasi dan perhatian. Namun, tidak jelas apa yang menjadi target dan tujuannya. 

Bahkan Saleh merasa kasihan pada Ade Armando. Pasalnya, sudah lama terkesan melakukan sensasi. Kemungkinan berharap diajak gabung di pemerintahan.

Namun, sampai saat ini terlihat belum mengemban jabatan tertentu. Kemungkinan karena dinilai tidak ada juga yang spesial darinya.

“Banyak orang yang menyayangkan kelakuan Ade Armando ini. Sebagai akademisi dari universitas besar, tidak seharusnya berperilaku seperti itu. Secara institusi, Universitas Indonesia tempat dia mengajar dipastikan tidak diuntungkan dengan tindakan dan perilaku seperti itu. Sudah selayaknya, Ade Armando ini diperingatkan,” ungkapnya. 

KEPUASAN SPIRITUAL

Saleh mengatakan bahwa kritikan Ade kepada Din Syamsuddin tidak kontekstual.
Pemerintah, jelas Saleh, tidak keberatan dengan webinar nasional yang digelar ‘Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah dan Kolegium Jurist Institute (KJI) Itu.

Baca juga  MUI nilai Puisi Sukmawati Rendahkan Islam

“Aneh, Ade Armando mengkritik Din Syamsuddin. Rasanya tidak level. Seakan, dia lebih sayang pada Indonesia ini daripada Din Syamsuddin. Dia harus membaca dan mempelajari jam terbang Din Syamsuddin,” ucapnya.

Saleh menjelaskan, Din selalu merepresentasikan Indonesia di banyak forum.
Tidak hanya nasional, bahkan di forum internasional dan global. Sementara Ade, disebut forumnya hanya di sosial media. Bahkan, ruang tersebut terbatas di Facebook.

“Dia selalu memposting yang membuat orang kesal dan jengkel. Dia sangat senang kalau banyak orang yang komentar. Kayaknya, dia dapat kepuasan spritual dari situ,” tegasnya. 01/Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *