Press "Enter" to skip to content

Dinkes Kecolongan, Wakil Wali Kota Surabaya ODP Corona

Niat baik wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana memberi motivasi kepada warga terdampak Corona berakhir kurang baik.
Dia akhirnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah mengunjungi warga Kedung Turi, Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, yang beberapa orang di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19.


“Iya, saya meminta izin kepada Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) untuk menjalani karantina mandiri,” kata Whisnu Sakti Buana kepada wartawan di Surabaya, Rabu (3/6).
Dikatakan, kejadian itu berawal saat dia mendapat kabar adanya pemulangan 15 warga yang tengah menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng Surabaya pada Sabtu 30 Mei 2020.


Maksud hati ingin memberikan semangat dan mendengar keluhan warga Surabaya saat menjalani karantina, diapun mengunjungi mereka.

Baca juga  Ternyata MUI Jatim Perbolehkan Takbir Keliling dengan Sejumlah Syarat


Selain ingin memberikan semangat kepada warga yang selesai menjalani karantina, Whisnu juga ingin mendengar keluh-kesah warga saat menjalani karantina di hotel tersebut. Benar saja, apa yang disampaikan warga kepada Whisnu ternyata berbeda dengan laporan yang diterimanya.


Banyak warga yang mengeluhkan soal tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut, hingga vitamin dan makanan. Laporan dari warga ini tentu saja membuat Whisnu kaget.
“Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan,” paparnya.
Whisnu menyatakan, atas laporan warga itu, dia sudah melaporkan kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.


Namun dia kaget saat dikabari Puskesmas Kedungdoro yang meralat hasil test warga yang selesai menjalani karantina itu. Ralat itu baru disampaikan setelah Whisnu Sakti Buana melakukan kunjungan.

Baca juga  ICMI: New Normal, Hidupkan Kembali Masjid


Dalam ralat tersebut, Puskesmas Kedungdoro menyebut dari 15 orang yang dikunjungi Wisnu Sakti Buana ternyata lima di antaranya dinyatakan positif. Dampaknya, Whisnu Sakti Buana pun harus menjalani karantina mandiri.


“Ini saya laporkan kepada Bu Wali, kenapa Dinkes bisa kecolongan memulangkan warganya yang masih berstatus positif. Saya juga minta izin untuk menjalani karantina mandiri. Saya menyampaikan juga agar Bu Wali berhati-hati dan menjaga kesehatan,” katanya. (01)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *