Press "Enter" to skip to content

Daripada Dua Gelombang di Masjid, MUI Rekomendasikan Shalat Jumat di Stadion

Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus menggodok tatacara ibadah di tengah pandemi. Terbaru, MUI memperbolehkan umat Islam untuk melaksanakan Shalat Jumat di tempat luas selain masjid selama pandemi virus corona (Covid-19).
Dalam taujihat atau amanat yang diterbitkan pada Kamis (4/6), MUI menyebut anjuran itu diberikan guna merespons keharusan menjaga jarak atau physical distancing untuk mencegah penularan virus corona.


“Bukan dengan mendirikan Shalat Jumat secara bergelombang di satu tempat, tapi dibukanya kesempatan mendirikan Shalat Jumat di tempat lain seperti musala, aula, gedung olahraga, stadion, dan sebagainya,” kata Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Yusnar Yusuf dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (4/6).

Baca juga  Sholat Jumat Dua Gelombang, MUI: Tidak Sah

HUJJAH LEBIH KUAT
MUI berpendapat Shalat Jumat di tempat selain masjid mempunyai dasar syariah atau hujjah syar’iyah yang lebih kuat dibanding melaksanakan shalat dua gelombang.
MUI masih berpegangan pada Fatwa Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Shalat Jumat Dua Gelombang. Fatwa itu menyebut Shalat Jumat di tempat yang sama pada waktu yang berbeda hukumnya tidak sah.


Shalat Jumat dua gelombang hanya relevan dilakukan saat komunitas muslim menjadi minoritas di suatu negara. Namun di negara seperti Indonesia, opsi itu dinilai tidak tepat, bahkan saat masa pandemi.

BERBAGAI KERINGANAN
Dalam taujihat itu, MUI juga mengatur keringanan bagi jemaah yang terlambat menghadiri Shalat Jumat kala pandemi.
“Bagi jamaah yang datang terlambat, dan tidak dapat tempat di masjid, serta tidak menemukan tempat lain untuk shalat Jumat atau dalam kondisi adanya alasan yang dibenarkan syar’i, maka wajib menggantinya dengan Shalat Zuhur,” tutur Yusnar.

Baca juga  Update Corona 23 September 2020 : Tambah Parah, Corona Baru Pecah Rekor Lagi


Sebelumnya, wacana penerapan Shalat Jumat dua gelombang jadi wacana di tengah kondisi pandemi. Hal itu menjadi opsi untuk merespons anjuran menjaga physical distancing. Ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *